BMKG Mengakhiri Peringatan Dini Tsunami Nusa Tenggara

  • 15 Agt 2026 08:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - BMKG secara resmi telah mengakhiri peringatan dini bencana tsunami setelah melakukan pengamatan mendalam terhadap kenaikan muka air laut di sejumlah stasiun pemantau wilayah terdampak. Langkah tersebut diambil oleh pihak berwenang karena tidak terdapat kenaikan air laut yang signifikan serta membahayakan keselamatan warga pesisir pascagempa.

Pengamatan kenaikan tsunami tercatat pada stasiun Bakalan Alor serta wilayah Baubau dengan ketinggian gelombang air laut berturut-turut mencapai 0,14 meter dan 0,3 meter. Selain itu pemantauan tinggi muka air laut juga terdeteksi pada stasiun Bulukumba serta Kolaka dengan kisaran ketinggian air laut mencapai 0,54 meter hingga 0,23 meter.

Berdasarkan rilis yang diterima RRI di Kupang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menerbitkan peringatan dini tsunami satu secara resmi berjarak dua menit enam belas detik setelah terjadinya gempa bumi utama. Peringatan dini tsunami kedua selanjutnya dirilis secara berkala pada pukul 05.09 WIB atau berjarak sebelas menit tiga puluh tiga detik pascagejala tektonik.

Pengkinian data peringatan dini tiga disampaikan berturut-turut sebanyak empat kali guna memberikan informasi estimasi waktu tiba gelombang tsunami kepada seluruh stakeholder terkait. Peringatan empat yang menjadi penanda pengakhiran status tsunami diterbitkan secara resmi pada pukul 07.31 WIB oleh pihak BMKG setelah kondisi laut dinyatakan aman.

Observasi Muka Laut dalam Pers Conference Terkait Dampak Gempa Bumi NTT. (Foto. Youtube Info BMKG )

Peta tingkat guncangan menunjukkan terjadinya intensitas gempa sebesar 7 MMI pada kawasan Ai Sesa Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, serta Kota Mbay. Sementara itu guncangan gempa sebesar 6 MMI yang membuat masyarakat terkejut dan berlari keluar rumah dirasakan pada wilayah Golowowang Kabupaten Nagekeo serta Bajawa.

Getaran guncangan gempa bumi 5 MMI dirasakan oleh seluruh penduduk hingga menyebabkan sebagian besar warga terbangun di wilayah Ende, Borong, serta Ruteng. Hasil pemantauan BMKG sampai pukul 07.07 WIB menunjukkan terdapat 37 kali aktivitas gempa bumi susulan dengan kisaran magnitudo 3,6 hingga 6,2.

Petugas BMKG akan terus memantau seluruh aktivitas gempa susulan serta mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu liar yang belum terbukti kebenarannya. Warga masyarakat diimbau agar selalu menghindari bangunan retak atau rusak serta mewaspadai potensi gempa susulan yang diperkirakan masih bisa terjadi.

Masyarakat diharapkan selalu memastikan informasi resmi bencana berasal dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG seperti aplikasi mobile, media sosial, maupun situs web resmi. Seluruh jajaran BNBP beserta pemerintah daerah terus berkoordinasi secara terpadu guna mendata dampak kerusakan fasilitas umum serta jatuhnya korban jiwa. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....