Listrik Hadir di Desa Pathau Kupang, Warga Merdeka Energi
- 21 Jun 2026 10:49 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Tiga bulan pasca-beroperasinya jaringan listrik desa di Dusun 1, Desa Pathau, perubahan signifikan mulai mengubah wajah dan urat nadi kehidupan masyarakat setempat. Saat malam tiba, pendar cahaya lampu dari jendela rumah warga kini menggantikan kegelapan. Suara aktivitas masyarakat di malam hari pun mulai terdengar hidup berbanding terbalik dengan kondisi sebelumnya yang sunyi dan gulita.
Pemandangan penuh harapan ini terlihat saat Tim PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang menyambangi dusun tersebut, Senin 15 Juni 2026. Dari total 25 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi calon pelanggan di RT 01 Dusun 1 Desa Pathau, sebanyak 24 KK di antaranya kini telah menikmati aliran listrik secara mandiri sejak jaringan resmi beroperasi pada 4 Maret 2026 lalu.
Sanubari Pakae, tokoh masyarakat Dusun 1, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas hadirnya PLN di tengah-tengah mereka. Bagi warga, momen ini adalah sejarah besar yang dinantikan lintas generasi.
"Kami mewakili masyarakat Desa Pathau, khususnya Dusun 1 RT 01, menyampaikan terima kasih kepada PLN UIW NTT dan UP2K Kupang yang telah membantu kami melalui jaringan listrik ini. Sejak zaman nenek moyang, orang tua kami, sampai generasi sekarang, kami baru merasakan penerangan di kampung ini. Hari ini, kami di Dusun 1 RT 01 sudah merdeka dari kegelapan," ujar Sanubari emosional.
Sanubari juga membeberkan efisiensi ekonomi yang sangat kontras pasca-hadirnya listrik. Sebelum ada PLN, warga mengandalkan lampu pelita minyak tanah yang menghabiskan sekitar 12 liter per bulan dengan biaya mencapai Rp120.000,00.
"Setelah listrik masuk, warga cukup mengisi token seharga Rp50.000,00 dan itu bisa digunakan hingga 3 bulan. Ini sangat menekan biaya pengeluaran rumah tangga dan memberi ruang gerak lebih bagi perekonomian kami, Anak-anak juga sekarang bisa belajar malam dengan tenang tanpa batasan gelap lagi," ucapnya.
Sektor ekonomi kreatif lokal pun langsung bergeliat. Ibu Hawila Ora, salah satu perajin tenun ikat di RT 01 Dusun 1, menuturkan bagaimana listrik mendongkrak produktivitas kerjanya secara drastis. "Dengan adanya listrik, kami bisa bekerja sampai malam, khususnya untuk mengerjakan tenun ikat," katanya.
"Dulu, pembuatan satu sarung memerlukan waktu satu bulan karena kami hanya bisa menenun di siang hari. Setelah ada listrik, kami bisa menyelesaikan satu sarung hanya dalam waktu dua minggu saja karena bisa bekerja kapan saja; pagi, siang, dan malam," ucap Hawila penuh sukacita.
Melihat dampak nyata tersebut, Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menyatakan bahwa perubahan di Desa Pathau adalah bukti nyata dari misi sosial dan ekonomi yang diemban PLN.
"Tiga bulan setelah listrik menyala di Dusun 1 Desa Pathau ini menjadi bukti nyata pengaruh positif kehadiran listrik bagi masyarakat. Seluruh aspek kehidupanmulai dari pendidikan, ekonomi, hingga interaksi sosial kini dapat bertumbuh pesat," kata Albertus.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan harapan bersama bahwa listrik hadir untuk menghidupkan kehidupan yang lebih baik. Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keberhasilan di Desa Pathau merupakan bagian dari komitmen besar PLN untuk menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah pelosok dan kepulauan Nusa Tenggara Timur.
PLN berkomitmen penuh untuk terus mempercepat program listrik desa ini.
"Kehadiran listrik bukan sekadar menerangi rumah, melainkan penggerak roda ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. Apa yang terjadi di Desa Pathau adalah potret kecil dari misi besar kami mewujudkan NTT Terang dan Sejahtera," tutur Eko.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya proyek infrastruktur kelistrikan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu menyukseskan pemasangan jaringan. Kini, dengan terbukanya akses energi 24 jam di Desa Pathau, masyarakat tidak lagi memandang malam sebagai pembatas aktivitas.
Nyala terang lampu di beranda rumah warga kini menjadi simbol optimisme baru. Suatu kemerdekaan hakiki yang membawa asah bagi peningkatan taraf hidup dan masa depan generasi penerus di tanah Pathau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....