Perumda Air Minum Cari Solusi Air Bersih di Enoraen

  • 10 Jun 2026 08:06 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Persoalan keterbatasan air bersih yang masih dihadapi masyarakat Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, mendapat perhatian dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Kupang. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, Perumda berupaya mencari solusi agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Joni Sulaeman, saat diwawancarai RRI di Desa Enoraen, Sabtu, 6 Juni 2026, mengatakan pihaknya baru menerima informasi secara lebih rinci mengenai kondisi pelayanan air bersih di wilayah tersebut. Karena itu, Perumda langsung mengambil langkah awal dengan membangun koordinasi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya.

Menurut Joni, upaya yang dilakukan tidak terlepas dari kolaborasi dengan Balai Kehutanan yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan di kawasan tersebut. Jika pihak kehutanan fokus pada aspek pelestarian lingkungan dan pengembangan kawasan, maka Perumda mengambil peran dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat.

“Kami mencoba membangun komitmen bersama untuk bagaimana mengatasi persoalan air bersih di Desa Enoraen. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan survei untuk melihat kondisi di lapangan dan mengidentifikasi sumber air yang bisa dimanfaatkan,” ucap Joni Sulaeman.

Ia menjelaskan, salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Mata Air Oymoro. Selama ini wilayah tersebut pernah mendapatkan intervensi pembangunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun dalam perjalanan pengelolaannya masih ditemukan sejumlah kendala, terutama terkait jaringan distribusi air yang belum berjalan optimal.

Berdasarkan hasil diskusi awal bersama pemerintah desa dan kecamatan, Perumda menilai perlu dilakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sumber air maupun infrastruktur yang sudah tersedia. Survei tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai langkah teknis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Ia mengatakan, tim Perumda akan melakukan penelusuran terhadap potensi sumber air yang ada di sekitar wilayah tersebut. Selain itu, tim juga akan melakukan deteksi secara manual untuk memastikan ketersediaan sumber air yang dapat dikembangkan menjadi sistem pelayanan air minum bagi warga.

Perumda berharap dapat menemukan sumber air dengan debit yang cukup besar, yakni di atas lima liter per detik. Debit tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 400 kepala keluarga.

“Kalau kita melihat perkembangan penduduk ke depan, tentu kebutuhan air juga akan semakin meningkat. Karena itu, kita harus memastikan sumber air yang ditemukan memiliki kapasitas yang cukup untuk melayani masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Selain menelusuri sumber air baru, Perumda juga akan mengevaluasi fasilitas yang sebelumnya telah dibangun melalui program pemerintah pusat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan rumah pompa yang saat ini sudah tersedia di lokasi.

Menurut informasi yang diperoleh dari pemerintah desa, rumah pompa tersebut masih memerlukan penyesuaian kapasitas karena kondisi geografis wilayah yang membutuhkan tekanan tambahan agar distribusi air dapat menjangkau seluruh masyarakat. Untuk itu, Perumda akan melakukan pemeriksaan teknis guna mengetahui kebutuhan daya pompa yang diperlukan.

Hasil survei dan evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Perumda dalam menyusun langkah penanganan yang tepat. Dengan demikian, solusi yang diambil tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....