Fajar Mansyur Hadirkan Solusi Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kupang

  • 09 Jun 2026 16:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang, Fajar Mansyur, berhasil terpilih sebagai salah satu peserta penerima proposal hibah IKI Small Grants Project. Program bergengsi skala nasional ini diinisiasi oleh Federal Government German International Climate Initiative (GIZ) yang berkolaborasi bersama Yayasan Plan International Indonesia.

Kepada RRI pada Senin, 8 Juni 2026, Fajar menceritakan dengan program tersebut ia menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan yang menggabungkan pendekatan lingkungan dan nilai-nilai keagamaan. Program yang diusungnya bertajuk Green Faith Action dan EcoYouth Squad sebagai upaya mengoptimalkan mitigasi perubahan iklim melalui aksi nyata keterlibatan masyarakat dan generasi muda di Kota Kupang.

Konsep Green Faith Action yang diusung oleh Fajar menitikberatkan pada penanaman nilai spiritual dan moralitas agama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pendekatan echoteologi ini diwujudkan secara konkret melalui sinergi dengan rumah-rumah ibadah lintas agama serta lembaga terkait di Kota Kupang.

"Pendekatan Green Faith ini menjadi alasan utama untuk saya ambil karena penanaman spiritual moralitas tertinggi ada di agama, sehingga agama sudah harus mengambil peran berkaitan dengan krisis lingkungan yang sedang terjadi," terang Fajar.

Melalui Green Faith Action, Fajar bersama tim menggelar seminar echoteologi yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, sekolahkomunitas lingkungan dan kalangan mahasiswa di Kota Kupang. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan konsep hubungan antara ajaran agama dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam kepada generasi muda.

Tidak berhenti pada seminar, program ini juga diwujudkan melalui aksi langsung di rumah-rumah ibadah dengan edukasi pengelolaan sampah dan penerapan dropbox sampah terpilah. “Kami ingin rumah ibadah menjadi contoh pengelolaan sampah yang baik sekaligus pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat,” kata Fajar.

Selain menyasar rumah ibadah, program ini juga menjangkau sekolah-sekolah melalui pembentukan EchoYouth Squad. Kelompok ini diharapkan menjadi wadah bagi pelajar untuk terlibat dalam aksi lingkungan secara berkelanjutan dan membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini.

Gerakan tersebut bertujuan untuk mencetak generasi muda berwawasan lingkungan yang siap mengelola sampah dari hulu ke hilir secara berkelanjutan. Disamping itu Fajar bersama komunitas Donasi Sampahmu.ID menghadirkan solusi konkret berupa penyediaan fasilitas dropbox sampah terpilah di sekolah-sekolah dan rumah ibadah.

Fajar menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang diusung dalam programnya tidak hanya berfokus pada pengumpulan, tetapi juga pemanfaatan kembali sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Sampah plastik bernilai ekonomi yang terkumpul nantinya akan didistribusikan untuk daur ulang, sedangkan sampah residu seperti aluminium foil akan disulap menjadi produk kreatif berupa sofa break yang dikombinasikan dengan sentuhan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur.

“Kami mencoba mengubah sampah residu seperti aluminium foil menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Fajar berkomitmen untuk terus merajut komunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) demi membangun gerakan kolektif yang solid. Ia berharap ruang kolaborasi intersektor ini dapat berjalan konsisten agar impian mewujudkan Kota Kupang yang asri dan bebas sampah bisa segera terealisasi.

Di akhir kegiatan, Fajar mengajak generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di tengah masyarakat. “Sejatinya kita sebagai kaum muda harus turun ke tengah masyarakat untuk menyelesaikan problem yang ada. Ilmu yang dimiliki harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....