Keterbatasan Alat Hambat Sosialisasi Kriket ke Sekolah
- 11 Mei 2026 11:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao - Upaya perluasan cabang olahraga kriket ke sejumlah sekolah di Kabupaten Rote Ndao masih terkendala oleh minimnya ketersediaan peralatan pendukung latihan. Hal itu disampaikan dalam dialog Rote Menyapa Pagi Pro 1 RRI Rote oleh Pelatih Kriket PCI Rote Ndao Hanokh Adu, Jumat, 8 Mei 2026.
Hanokh mengungkapkan bahwa beberapa sekolah seperti SMP Negeri Batu Tua sebenarnya sudah meminta untuk diperkenalkan dengan olahraga permainan asal Inggris ini. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena jumlah peralatan pelindung dan pemukul yang dimiliki saat ini sangat terbatas.
"Kami belum bisa masuk memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah lain karena kendala peralatan yang sangat minim," ujar Hanokh. Ia menjelaskan bahwa penambahan klub baru di tingkat kecamatan sangat bergantung pada kecukupan alat agar standar keamanan latihan tetap terjaga.
Saat ini, pembinaan baru terfokus pada dua kecamatan yaitu wilayah Rote Barat Laut dan wilayah Lobalaen melalui klub yang sudah ada. Penjaringan atlet pelajar dilakukan secara mandiri oleh pihak pengurus melalui pengumuman terbuka yang menarik minat para siswa untuk mencari tahu.
"Jika peralatan cukup pasti kami akan masuk ke banyak sekolah untuk memperbanyak atlet kriket," katanya, menjelaskan dengan penuh harapan. Penambahan jumlah atlet dinilai penting agar regenerasi pemain kriket di wilayah Rote Ndao dapat berjalan secara berkelanjutan.
Hanokh menambahkan bahwa potensi minat pelajar terhadap kriket sebenarnya cukup tinggi jika dilihat dari antusiasme warga yang menonton saat latihan. Lokasi latihan di area Sabandar seringkali menjadi pusat perhatian bagi masyarakat yang sedang berolahraga atau sekadar melintas di area tersebut.
| Baca juga: Geng Waras Bagikan Alat Tulis di TTS |
Para penonton seringkali bertanya mengenai tata cara bermain serta aturan untuk mendapatkan angka atau run dalam sebuah pertandingan kriket. Ketertarikan masyarakat ini menjadi peluang besar bagi pengurus untuk mencetak lebih banyak talenta muda jika didukung fasilitas yang memadai.
Melalui prestasi yang akan ditunjukkan pada ajang POPDA nanti, Hanokh berharap olahraga kriket semakin dilirik oleh para orang tua dan pihak sekolah. Ia ingin membuktikan bahwa kriket merupakan cabang olahraga prioritas di Nusa Tenggara Timur yang layak mendapatkan perhatian lebih.
Hanokh Adu mengajak para orang tua untuk mendukung minat anak-anak mereka jika ingin mencoba bergabung sebagai atlet kriket. Ia meyakini bahwa dengan bertambahnya klub di tiap kecamatan, Rote Ndao dapat menjadi basis atlet kriket yang diperhitungkan di tingkat nasional. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....