Rambu Asana Buktikan Pendidikan Kunci Lawan Kemiskinan Melalui Naka Education
- 22 Apr 2026 13:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Kepedulian mendalam terhadap kualitas pendidikan di tanah kelahirannya mendorong Rambu Asana mendirikan Naka Education sebagai motor penggerak perubahan bagi anak-anak di daerah dan pelosok Kabupaten Sumba Tengah. Dalam wawancara pada Senin, 20 April 2026 di RRI Pro 2 Kupang, melalui yayasan yang telah ia dirikan sejak tahun 2020 ini, Rambu mendedikasikan ilmu dan pengalamannya untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih mimpi.
Rambu meyakini pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan sistemik yang selama ini membelenggu banyak keluarga di daerah asalnya. Ia merancang berbagai program literasi dan pelatihan keterampilan agar anak-anak daerah memiliki daya saing yang setara dengan mereka yang berada di kota besar.
"Pendidikan bukan sekadar soal bangku sekolah, tetapi tentang memberi mereka kunci untuk membuka pintu kesejahteraan dan martabat hidup yang lebih baik," ujar Rambu Asana, saat diwawancarai mengenai visi gerakannya.
Perjalanan membangun Naka Education diwarnai dengan tantangan geografis dan minimnya fasilitas penunjang di lapangan yang seringkali menghambat proses belajar mengajar. Namun, semangat pengabdian Rambu tak pernah surut demi melihat anak-anak di desanya mampu membaca, menulis, dan memiliki cita-cita yang tinggi.
Ia secara aktif merangkul para pemuda lokal untuk menjadi relawan pengajar guna memperkuat ekosistem pendidikan berbasis komunitas di daerah tersebut. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian daerah sehingga proses transformasi sosial dapat berjalan secara berkelanjutan dari dalam.
"Saya ingin membuktikan bahwa putra-putri daerah bisa kembali dan menjadi solusi bagi masalah kemiskinan di rumahnya sendiri melalui jalur edukasi," kata Founder Naka Education ini dengan penuh semangat. Ia berpendapat jika pendidikan bukan sekadar akses belajar, tetapi juga alat untuk mengubah cara berpikir masyarakat. “
Naka Education juga fokus memberikan pendampingan beasiswa dan akses informasi pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Rambu ingin memastikan tidak ada talenta hebat yang tersia-siakan hanya karena persoalan biaya yang menghimpit ekonomi keluarga mereka.
Keberhasilan program ini mulai terlihat dari meningkatnya antusiasme masyarakat desa yang kini lebih memprioritaskan pendidikan bagi anak-anak mereka dibandingkan bekerja di usia dini. Transformasi pola pikir ini dianggap sebagai kemenangan kecil namun krusial dalam perjalanan panjang menuntaskan kemiskinan di daerah asal.
Rambu turut menghadirkan akses belajar yang inklusif bagi anak-anak hingga orang dewasa di Sumba. “Kami ingin membuka lebih banyak pintu bagi mereka supaya bisa berkembang dan berkontribusi bagi diri sendiri dan keluarganya,” ujarnya.
Hingga kini, lebih dari 2.000 orang yang telah merasakan manfaat dari program yang dijalankan Naka Education. Rambu menyebut pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari menjadi kunci keberhasilan. “Kami buat mereka belajar seperti bermain supaya materi bisa lebih mudah diterima,” ucapnya.
Di akhir perbincangan, Rambu mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk lebih peduli terhadap pemerataan akses pendidikan di wilayah tertinggal. Ia berharap langkah kecil yang dimulainya melalui Naka Education dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk pulang dan membangun daerah masing-masing.
"Jangan pernah meninggalkan daerah asal dalam kegelapan; kembalilah dengan membawa cahaya pendidikan sebagai warisan terbaik bagi generasi mendatang," kata Rambu, mengakhiri. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....