Polda NTT Waspadai Modus Baru Penyelundupan Rokok Ilegal Perbatasan
- 10 Mei 2026 11:38 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombespol Henry Novika Chandra, menyampaikan adanya modus baru penyelundupan rokok ilegal dari Timor Leste ke wilayah perbatasan timur Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Rabu, 6 Mei 2026 terkait hasil temuan aparat di sejumlah titik perbatasan di Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste.
“Berdasarkan informasi teman-teman di lapangan bahwa modus operandi ini juga mungkin tergolong baru, karena biasanya penyelundupan rokok ilegal itu terjadi di wilayah barat. Namun, sekarang di perbatasan timur dan di sini juga modusnya dengan mendekatkan ke titik-titik perbatasan seperti di Atambua dan Kefamenanu,” ujar Kombes Polisi Henry Novika Chandra.
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah perbatasan kini menjadi perhatian aparat keamanan karena diduga dimanfaatkan sebagai jalur distribusi rokok ilegal. Para pelaku disebut memanfaatkan lokasi-lokasi tertentu yang dekat dengan akses keluar masuk barang.
“Dari penyelidikan ditemukan menggunakan gudang sebagai tempat penyimpanan dan juga menggunakan beberapa kontainer dan perahu di titik-titik yang kemungkinan sebagai jalur tikus,” katanya. “Barang-barang itu dipersiapkan untuk siap didistribusikan," ujarnya, lagi.
Polda NTT bersama aparat terkait kini meningkatkan pengawasan di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Langkah itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku penyelundupan barang ilegal.
“Polri dalam hal ini Polda NTT beserta teman-teman terkait khususnya di perbatasan juga akan lebih meningkatkan kegiatan deteksi ataupun pencegahan serta penegakan hukum. Langkah itu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan negara," ujar Henry.
Selain patroli dan deteksi dini, aparat juga memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya penegakan hukum. Polda NTT menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah kerugian negara akibat praktik penyelundupan ilegal. (ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....