IMA Berdayakan Perempuan Rote lewat Rumput Laut dan Koperasi

  • 08 Mei 2026 16:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao - Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) melaksanakan program pelatihan budidaya rumput laut bagi perempuan pesisir Rote. Program ini bertujuan memutus siklus kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di pulau terluar.

Direktur Eksekutif IMA Nukila Evanty kepada RRI Senin, 4 Mei 2026 menjelaskan, kemiskinan dan rendahnya pendidikan menjadi faktor utama kerentanan perempuan. Kondisi tersebut sering menyebabkan perempuan dan anak-anak terjebak dalam masalah sosial yang berkepanjangan.

"Kemiskinan serta kurangnya pendidikan menjadi faktor utama yang menyebabkan perempuan dan anak-anak terus menjadi korban," kata Nukila. Program ini dijalankan bersama FORKOM P2HP dengan dukungan Kedutaan Besar Selandia Baru.

Nukila menambahkan banyak perempuan di Desa Oenggae dan Papela tidak memiliki pendapatan mandiri. Mereka selama ini hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan dari suami atau ayah mereka saja.

Kondisi tersebut diperparah dengan perubahan iklim yang menyulitkan nelayan mencari ikan di laut. "Kami mendengar ada beberapa kasus kekerasan pada anak-anak, perempuan tidak punya pendapatan, hingga kasus KDRT," ujarnya.

Beberapa warga bahkan terjerat hutang hingga terperangkap kasus hukum seperti penyelundupan orang di perbatasan. Nukila menegaskan bahwa program IMA dirancang berbasis kebutuhan perempuan untuk mengatasi kesenjangan gender tersebut.

Manajer Proyek IMA Fauziah Nuraini Siregar menjelaskan pelatihan pengolahan rumput laut ini telah dilaksanakan secara bertahap. Pelatihan di Desa Oenggae berlangsung pada 29-30 April, kemudian dilanjutkan di Desa Papela pada 4-5 Mei 2026.

Peserta diajarkan mengolah rumput laut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti nori, agar-agar, hingga kopi. Selain produk makanan, mereka juga belajar membuat produk kecantikan seperti sabun mandi dan masker.

"Program yang dilakukan IMA mulai dari budidaya rumput laut, terdiri dari mengolah rumput laut menjadi produk," ujar Fauziah. Selain itu, peserta juga dibekali pelatihan kewirausahaan melalui pengelolaan koperasi perempuan.

Pihaknya memastikan agar koperasi tersebut tidak sekadar berdiri, tetapi mampu mengelola bisnis mikro secara profesional. Pelatihan ini juga memfasilitasi kelompok perempuan untuk praktik langsung dengan dinas terkait di daerah.

Pelatihan ini akan terus berlanjut hingga Juni 2026 dengan target melahirkan 60 pemimpin perempuan. Mereka diharapkan menjadi tempat bertanya bagi perempuan lain dalam mengambil keputusan di tingkat komunitas.

IMA merencanakan peluncuran produk olahan rumput laut tersebut pada Agustus 2026 mendatang. Produk ini akan menjadi bukti keberhasilan perempuan pesisir dalam menguasai bisnis dan memahami hak-hak mereka.

Nukila menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rote Ndao dan para kepala desa atas dukungan penuh mereka. Kerjasama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir Indonesia. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....