Krisis Iklim, IMA Perkuat Perempuan Rote lewat Budidaya Rumput Laut
- 29 Apr 2026 14:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao - Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) kembali melakukan intervensi program di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan kunjungan kedua setelah pada 2025 fokus pada riset sosial, budaya, dan ekonomi perempuan.
Memasuki April 2026, IMA mengalihkan fokus pada penguatan ekonomi perempuan, khususnya di Desa Oenggae dan Papela, Kecamatan Rote Timur. Program ini diarahkan untuk meningkatkan peran perempuan dalam sektor budidaya rumput laut.
Direktur Eksekutif IMA, Nukila Evanty, menjelaskan hasil riset sebelumnya menunjukkan minimnya keterlibatan perempuan dalam rantai perikanan dan budidaya rumput laut. Ia menilai perempuan perlu diperkuat dalam aspek kewirausahaan dan pemahaman rantai pasok.
“Perempuan perlu diaktifkan dalam kewirausahaan rumput laut dan memahami supply chain bisnis ini,” ujarnya. Ia menambahkan, penguatan juga mencakup strategi pemasaran hingga standar ekspor.
Selain itu, perempuan didorong untuk mampu mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tambah. Produk tersebut dapat berupa makanan maupun produk kecantikan yang memiliki nilai jual.
IMA juga menyoroti keterbatasan akses perempuan terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya kekerasan berbasis gender, termasuk KDRT.
Nukila menambahkan, posisi geografis Rote yang berbatasan dengan Australia meningkatkan risiko perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia. Hal ini menjadi konteks penting dalam program pemberdayaan perempuan.
Proyek Manager IMA, Fauziah Nuraini Siregar, menyampaikan bahwa program ini dilakukan bersama FORKOM (P2HP) dengan pendekatan partisipatif. Seluruh tahapan, dari awal hingga akhir, melibatkan komunitas lokal.
“Kami memulai dengan assessment dan berdialog dengan kepala desa, tokoh adat, dan perwakilan perempuan,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan pelatihan akan berlangsung pada akhir April hingga Mei 2026.

Pelatihan ditujukan bagi kelompok perempuan rentan, termasuk perempuan kepala keluarga, perempuan disabilitas, dan perempuan yang hidup sendiri. Kegiatan ini diharapkan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Selama dua hari, pelatihan akan menghadirkan materi dari Dinas Kelautan dan Perikanan terkait budidaya rumput laut. Selain itu, Dinas Koperasi akan memberikan pelatihan manajemen keuangan.

Peserta diharapkan mampu melakukan pencatatan keuangan sederhana melalui wadah koperasi perempuan. Pembentukan koperasi ini juga ditujukan untuk memutus ketergantungan pada rentenir.
Lebih jauh, koperasi diharapkan membantu perempuan merencanakan masa depan, termasuk pendidikan anak-anak. Penguatan ekonomi keluarga menjadi salah satu target utama program ini.
IMA bersama FORKOM (P2HP) juga akan memfasilitasi legalitas kelompok serta perizinan produk olahan. Proses ini akan melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menjamin keberlanjutan program.

Program ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta pemerintah Selandia Baru melalui HEF. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan implementasi berjalan optimal.
IMA berharap perempuan pesisir yang kuat dapat menjadi penggerak kesetaraan gender. Selain itu, program ini diharapkan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....