Kebersihan Kandang Kunci Utama Cegah Penularan Penyakit Surra

  • 25 Apr 2026 04:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan kandang menjadi faktor penentu dalam mengendalikan penyebaran penyakit Surra. Penyakit ini sangat bergantung pada keberadaan lalat sebagai vektor atau perantara penular utama di lapangan. Kandang yang kotor dan lembap, terutama saat curah hujan tinggi, menjadi tempat ideal bagi lalat untuk berkembang biak.

Kepala Dinas Peternakan Sumba Timur mengimbau para peternak untuk selalu menjaga kebersihan area tempat tinggal hewan secara rutin. Disarankan untuk melakukan penyemprotan disinfektan atau obat pembasmi lalat dalam radius tertentu di sekitar area kandang. Upaya mandiri ini dinilai sangat efektif untuk menjauhkan vektor penyakit dari kawanan ternak peliharaan.

Selain faktor kebersihan, sistem pemeliharaan yang masih bersifat dilepas liat di padang terbuka menjadi tantangan dalam pengawasan. Interaksi antarternak di lokasi penggembalaan mempermudah lalat menularkan parasit dari satu hewan ke hewan lainnya secara cepat. Oleh sebab itu, pemeriksaan kondisi fisik saat ternak kembali ke kandang menjadi sangat penting dilakukan.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membangun kandang ternak yang menempel langsung dengan rumah hunian warga. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut standar kesehatan lingkungan bagi pemilik dan tetangga. Polusi aroma serta risiko serangan lalat dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat secara luas.

Penyakit Surra sendiri dikonfirmasi bersifat non-zoonosis, yang berarti tidak dapat menularkan parasitnya secara langsung kepada manusia. Namun, konsumsi daging dari ternak yang sakit tetap dilarang keras karena penurunan kualitas nutrisi dan keamanan pangan. Kesadaran masyarakat untuk segera memusnahkan ternak yang mati mendadak menjadi poin utama edukasi pemerintah.

Dinas Peternakan berkomitmen untuk terus memberikan edukasi teknis melalui pertemuan warga maupun kampanye digital. Materi edukasi mencakup cara mengenali gejala awal penyakit hingga teknik penyemprotan lalat yang aman bagi ternak. Semakin paham peternak mengenai aspek sanitasi, maka risiko kerugian ekonomi akibat kematian ternak dapat ditekan.

Ke depan, koordinasi dengan kader-kader kesehatan hewan yang ada di desa-desa akan semakin diperkuat dan dioptimalkan. Peternak diharapkan tidak ragu untuk meminta bantuan teknis penyemprotan atau pemeriksaan darah secara berkala kepada petugas. Lingkungan kandang yang bersih dan sehat adalah investasi masa depan bagi keberlangsungan peternakan di wilayah Sumba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....