Aditya Lodo Dorong Advokasi Kesehatan Mental lewat Pendekatan Teman Sebaya di NTT
- 14 Sep 2026 09:03 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Bernardino Aditya Lodo, mahasiswa Prodi S1 Hukum Universitas Merdeka Malang yang menjabat sebagai 4th RU Duta GenRe Provinsi NTT 2024, menyoroti pentingnya penanganan isu kesehatan mental dan stunting di kalangan generasi muda. Menurutnya, persoalan depresi hingga stunting merupakan ancaman nyata yang harus ditangani secara serius melalui pendekatan komprehensif di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam wawancara kepada RRI, Sabtu, 12 September 2026, Mahasiswi asal Maumere ini mengatasi masalah stunting di Nusa Tenggara Timur dengan menyusun proposal advokasi berbasis data riil dari Kabupaten Sikka agar solusi yang ditawarkan tepat sasaran. Langkah berbasis data ini dinilai efektif untuk memastikan setiap program edukasi dan pencegahan selaras dengan kebutuhan spesifik masyarakat setempat.
Selain stunting, ia menegaskan bahwa fenomena gangguan kesehatan mental dan lonjakan kasus depresi di kalangan remaja maupun mahasiswa kini berada dalam situasi yang sangat krusial. Oleh karena itu, pemerintah pusat didesak untuk memberikan perhatian lebih serta menghadirkan kebijakan penanganan kesehatan mental yang responsif dan merata.
Guna menjangkau target edukasi secara efektif, peran Duta GenRe dimaksimalkan melalui pendekatan teman sebaya (peer-to-peer) yang mengedepankan komunikasi informal dan prinsip kesetaraan. Penggunaan gaya bahasa sehari-hari diterapkan secara konsisten agar penyampaian materi kesehatan tidak terkesan kaku atau menggurui para remaja.
"Duta GenRe harus hadir menciptakan ruang aman yang positif agar remaja merasa nyaman berdiskusi dan terbuka mengenai isu kesehatan yang kompleks," ujarnya. Aditya menambahkan suasana diskusi yang inklusif dan kondusif menjadi kunci utama dalam membangun rasa percaya di antara sesama generasi muda.
Lebih lanjut, teknik komunikasi yang diusung berfokus pada kehadiran sebagai pendengar empati (companionship) ketimbang terburu-buru memberikan saran formal atau instruksi satu arah. Pendekatan personal yang memahami karakter lawan bicara mampu menjadikan Duta GenRe sebagai support system yang nyata bagi remaja yang sedang mengalami tekanan batin.
"Kuncinya adalah menjadi teman yang menemani dan mendukung kawan sebaya saat mereka menghadapi masa sulit agar tidak merasa sendirian," tegasnya. Advokasi berkelanjutan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda NTT yang sehat secara fisik dan mental demi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....