Gerakan Kunjungan Kasih Bangun Moderasi Beragama di Sumba

  • 25 Mar 2026 17:10 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Gerakan Kunjungan Kasih membangun moderasi beragama melalui aksi nyata di tengah masyarakat di Sumba
  • Gerakan Kunjungan Kasih melibatkan rekan-rekan dari berbagai latar belakang keyakinan untuk bekerja sama dalam aksi sosial
  • Kunjungan kasih dilakukan dengan mendatangi panti asuhan lintas agama di wilayah Sumba

RRI.CO.ID,Kupang - Program siaran Pro 2 RRI Kupang menghadirkan perbincangan inspiratif bersama penggagas Gerakan Kunjungan Kasih di Sumba, Juniardo Hose Manullang. Tema yang diangkat menyoroti bagaimana membangun moderasi beragama melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Dalam wawancara pada Selasa, 24 Maret 2026 di Pro 2 Kupang, Juniardo menjelaskan gerakan ini berangkat dari pengalaman pribadi yang kemudian berkembang menjadi aksi sosial lintas iman. Ia menyebut kegiatan ini dimulai dari langkah sederhana yang akhirnya mengajak banyak orang untuk terlibat.

“Gerakan kunjungan kasih ini lahir dari titik terendah saya, lalu berkembang menjadi kegiatan yang bisa menjangkau banyak orang dengan latar belakang berbeda,” ujar Juniardo. Ia menambahkan bahwa nilai utama dari gerakan ini adalah menghadirkan kasih tanpa memandang perbedaan.

Gerakan ini telah berjalan sejak awal tahun dan terus berkembang dengan melibatkan relawan dari berbagai latar belakang. Bahkan, dukungan masyarakat juga datang melalui media sosial yang turut memperluas jangkauan kegiatan.

Keunikan dari gerakan ini terletak pada pelaksanaannya yang selalu melibatkan rekan-rekan dari berbagai latar belakang keyakinan untuk bekerja sama dalam aksi sosial. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga terjun langsung memasak bersama untuk menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di setiap panti.

Kunjungan kasih dilakukan dengan mendatangi panti asuhan lintas agama di wilayah Sumba, baik Kristen, Katolik, maupun Muslim. Dalam setiap kegiatan, mereka menghadirkan kebersamaan melalui makan bersama, motivasi, hingga penyaluran bantuan.

Menurut Juniardo, pendekatan langsung di lapangan menjadi kunci dalam membangun toleransi yang nyata. Ia menilai generasi muda perlu lebih banyak melakukan aksi dibanding sekadar berdebat di media sosial.

“Kasih itu bukan soal memberi saja, tetapi bagaimana kita merangkul dan menjangkau mereka yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya aksi nyata sebagai bentuk moderasi beragama yang sesungguhnya.

Dukungan terhadap inisiatif ini semakin meluas setelah adanya kolaborasi dengan aktor Bene Dion serta transparansi laporan kegiatan yang dibagikan melalui media sosial. Juniardo berkomitmen untuk selalu memberikan laporan pertanggungjawaban kepada setiap donatur guna menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan yang ia gagas.

Bagi Juniardo, esensi dari "kasih" bukan sekadar pemberian fisik, melainkan kesediaan untuk merangkul mereka yang selama ini sering terlupakan oleh lingkungan sekitar. Ia meyakini bahwa, "Kasih itu bukan soal memberi, tapi bagaimana kita merangkul dan menjangkau orang-orang yang harus kita perhatikan namun kurang perhatian," tuturnya dengan tulus.

Ke depan, Juniardo menargetkan gerakan ini dapat menjangkau seluruh wilayah di Pulau Sumba sebelum diperluas ke daerah lain di NTT, termasuk Kupang. Ia berharap Gerakan Kunjungan Kasih dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menebarkan nilai toleransi dan kemanusiaan. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....