Warga Keluhkan Lampu Jalan Herman Johanes Padam Bertahun tanpa Perbaikan
- 22 Mar 2026 08:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Sepanjang Jalan Prof. Dr. Herman Yohanes atau yang sering disebut Jalan Belakang Undana Baru Kupang, rata-rata seluruh lampu jalan dilaporkan padam oleh warga yang tinggal di kawasan tersebut sejak bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan berarti dari pihak terkait. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena jalan tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan padat penduduk antara wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang setiap harinya.
Yulian, seorang warga yang tinggal di sekitar ruas jalan tersebut, mengeluhkan kondisi lampu jalan yang padam dan mempertanyakan kejelasan pengelolaan pajak penerangan jalan yang selama ini dibayarkan oleh masyarakat melalui tagihan listrik. Ia menyayangkan bahwa meskipun warga secara rutin membayar pajak tersebut, kenyataannya fasilitas penerangan jalan justru sangat minim dan tidak berfungsi dengan baik.

Menurut Yulian, kawasan Penfui Timur hingga wilayah Kelurahan Lasiana merupakan daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, namun ironisnya penerangan jalan di kawasan tersebut sangat terbatas terutama pada malam hari. Ia menambahkan bahwa mulai dari Jalan Herman Yohanes hingga kawasan Perumahan Matani, hampir tidak ditemukan lampu jalan yang berfungsi secara optimal untuk menunjang keamanan pengguna jalan.
Kondisi gelap di sepanjang ruas jalan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melintas pada malam hari dengan visibilitas yang sangat terbatas. Oleh karena itu, Andri berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas penerangan jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
| Baca juga: Sumba Barat Mulai Terapkan Tarif Parkir Baru |
Yulian juga membandingkan kondisi penerangan jalan antara wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang menurutnya memiliki perbedaan sangat mencolok dalam hal ketersediaan lampu jalan di kawasan permukiman. Ia mencontohkan bahwa di kawasan Perumahan BTN Kolhua, lampu jalan tersedia hampir setiap dua puluh meter, sedangkan di Perumahan Matani hampir tidak terdapat lampu jalan sama sekali.

Hasil pantauan RRI.co.id pada malam 21 Maret 2026 menunjukkan bahwa hampir keseluruhan lampu jalan di sepanjang Jalan Herman Yohanes tidak berfungsi, bahkan sebagian perangkat seperti accu dan solar cell dilaporkan telah hilang atau dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini memperparah situasi penerangan jalan yang sudah lama tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah terkait.
Yulian mengungkapkan bahwa pada sekitar tahun 2013 hingga 2014, lampu jalan di sepanjang ruas tersebut sempat berfungsi dengan baik dan memberikan suasana yang indah pada malam hari serta turut menggerakkan aktivitas pelaku UMKM di sepanjang jalan tersebut. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena dalam kurun waktu satu tahun, lampu-lampu tersebut mulai mengalami kerusakan hingga akhirnya hampir sembilan puluh lima persen tidak lagi berfungsi hingga saat ini.
Ia berharap pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Kota Kupang, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat bersinergi untuk memperhatikan kondisi penerangan jalan di kawasan tersebut, serta mempertimbangkan penggunaan listrik langsung dari PLN sebagai sumber energi utama guna mengurangi risiko pencurian perangkat. Selain itu, ia juga meminta adanya pemerataan penerangan jalan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran pajak penerangan jalan agar tidak menimbulkan kesenjangan antara wilayah yang terang benderang dan wilayah yang gelap seperti tidak berpenghuni. (AN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....