Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 Jelajahi Daerah 3T

  • 14 Jun 2025 16:29 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk mengedarkan Uang Rupiah layak edar khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil). Uang sejumlah lima Miliar Rupiah akan diedarkan di Pulau Pamana, Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera oleh Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2025 menggunakan KRI Diponegoro 365.

Tim Ekpedisi Rupiah Berdaulat akan menjelajahi pulau tersebut selama 7 hari terhitung sejak tanggal 13-19 Juni 2025. Usai Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Pangkalan Utama TNI AL (Lantaman) VII Kupang, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Hari Widodo mengatakan bahwa Ekspedisi yang dilakukan pada tahun 2025 ini merupakan tahun keenam sejak dimulai pada tahun 2012.

Ia menambahkan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi layak edar. "Masyarakat yang tinggal di wilayah 3T belum mendapatkan layanan perbankan secara langsung, sehingga melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, diharapkan masyarakat di wilayah 3T akan dapat memperoleh layanan penukaran uang rupiah yang baru. Tentunya ini akan dapat memberikan kepada masyarakat kesempatan untuk dapat memperoleh penukaran uang," kata Hari Widodo, Jumat (13/6/2025).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Tim Ekspedisi Rupiah berdaulat juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah 3T dengan tagline ”Cinta, Bangga dan Paham Rupiah”.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Lantamal VII Kupang, Laksamana Pertama TNI Irwan S.P. Siagian, mengatakan ekspedisi ini merupakan bentuk kedaulatan bangsa Indonesia. Menurutnya rupiah harus berdaulat di semua wilayah termasuk daerah 3T.

"Ini bentuk dari kedaulatan kita. Rupiah itu harus berdaulat di wilayah NKRI sampai ke pelosok-pelosok,” kata Danlantamal VII Kupang.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT dalam sambutan tertulis Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Samuel Halundaka S.IP., M.Si., mengatakan konsep rupiah berdaulat di dareh 3T menjadi kekuatan penggunaan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Diharapkan program tersebut dapat memberikan pelayanan kepada Masyarakat akan rupiah di daerah 3T.

Pemerintah NTT, Bank Indonesia dan TNI AL berharap melalui ekpedisi ini ekonomi masyarakat semakin bertumbuh di Indonesia termasuk daerah 3T.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....