BI dan TNI AL Jalankan Dua Misi Sekali Berlayar di Flores 2026
- 20 Agt 2026 21:51 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut melakukan dua misi kemanusiaan sekali berlayar selama tujuh hari pada 20-26 Agustus 2026. Dua misi tersebut yakni, Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) untuk mengelilingi Kepulauan 3T, dan bantuan logistik kepada Korban Bencana Gempa Bumi di Flores.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Alfin Ari Wijayanto kepada Wartawan di Dermaga Kodaeral VII, Kamis 20 Agustus 2026 menyampaikan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat diwilayah Provinsi NTT dilakukan di 5 (lima) pulau yakni, Pulau Riung, Palue, Pamana, Weiwerang, dan Lamalera. Misi Rupiah Berdaulat ini berlangsung mulai tanggl 20-26 Agustus 2026 menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia KRI HIU 634 milik TNI Angkatan Laut.
Ia menjelaskan, melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat dapat membantu masyarakat Provinsi NTT khususnya di Wilayah 3T antara lain dengan penarikan uang lusuh atau clean money policy, dan menjaga ketersediaan rupiah sampai ke pelosok daerah dengan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Misi tersebut juga dirangkai dengan penyaluran bantuan kepada korban terdampak Gempa Bumi di Flores.
“Ada empat koma tiga miliar rupiah, jadi komposisinya terdiri dari uang pecahan besar seratus sampai lima puluh ribu rupiah, dan yang paling banyak itu pecahan kecil. Jadi ekspedisi ini awalnya untuk melakukan clean money policy, jadi melaksanakan misi rupiah berdaulat di daerah 3T untuk menarik uang-uang lusuh,” kata Alfin Ari Wijayanto kepada Wartawan di Dermaga Kodaeral VII, Kamis 20 Agustus 2026.
“Cuman dengan kondisi saat ini yang kita rasakan bersama saudara-saudari kita di Flores, sehingga misi ini kita namakan misi combo. Bahwa ini adalah misi kemanusiaan sekaligus nanti kami akan mengedukasi kepada masyarakat terkait dengan cara merawat rupiah, dan menggunakan rupiah sebagai alat pembayarah sah dan layak edar di masyarakat,” ujarnya lebih lanjut.

Komandan Kodaeral VII, Laksanama Muda TNI Joni Sudianto, CHRP, M.TR Opsla pada kesempatan yang sama menyampaikan, sedikitnya ada 55 Personil TNI AL berada di KRI HIU dan 15 Personil BI serta 3 personil Dinas Kesehatan NTT. Terkait keamanan di Kapal, Joni Sudianto menyampaikan sangat terjamin, tersedia sekoci, dan baju pelampung.
Crue KRI HIU 634 selain menjalankan misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Wilayah 3T, mereka membawa misi kemanusian berupa bantuan logistic untuk korban bencana gempa bumi di Flores. “KRI ini melaksanakan dua tugas utama,” katanya.
“Yang pertama dalam rangak ekspedisi rupiah berdaulat di pulau-pulau 3T di NTT, kemudian juga melaksanakan bantuan. Mereka tadi sudah membawa bantuan untuk masyarakat di Flores, yang terdiri dari makanan, obat-obatan, pakaian layak pakai, serta air mineral, yang kita kumpulkan dari masyarakat di sekitar TNI AL, dan juga bantuan dari dinas kesehatan provinsi, serta bantuan dari Bank Indonesia sendiri,” ujar Joni Sudianto.

Plh. Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Oktovianus mewaliki Gubernur menyampaikan, melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut hadir untuk memberikan kecerahan kepada masyarakat di Pulau-Pulau 3T mendapatkan akses terhadap rupiah yang layak edar, dan memperoleh edukasi tentang cinta, bangga, dan paham rupiah. Pemerintah NTT juga mengapresiasi Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang membawa bantuan logistic ke lima pulau yakni, Pulau Riung, Palue, Pamana, Weiwerang, dan Lamalera. Ekspedisi Rupiah Berdaulat mendistribusikan modal kerja Rp4,3 miliar ke Wilayah 3T di NTT. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....