Lagu Pop Daerah NTT di tengah Tantangan Teknologi AI
- 01 Okt 2026 13:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Penggunaan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI) dalam produksi lagu pop daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai menjadi tantangan baru dalam menjaga keaslian makna serta pelafalan dialek lokal. Hal tersebut disampaikan Pemerhati Budaya Timor dan Penyair, Ibrahim Nenohai, dalam Obrolan Budaya Pro 4 RRI Kupang bertema "Menemukan Makna dan Nilai yang Terkandung dalam Syair Lagu Pop Daerah NTT", Sabtu, 26 September 2026 malam.
Pemerhati Budaya Timor dan Penyair, Ibrahim Nenohai, di Kupang mengatakan pesatnya perkembangan teknologi di era digital memudahkan pembuat karya maupun pendengar dalam mengakses musik. Namun, penggunaan teknologi AI dalam pembuatan lagu daerah berisiko menimbulkan ketimpangan pelafalan fonem yang dapat mengubah makna asli bahasa ibu jika tidak melalui proses kurasi.
"Dalam bahasa daerah, salah pelafalan atau salah kata bisa menyebabkan perubahan makna. Oleh karena itu, kurasi ulang oleh penutur asli sangat penting dilakukan agar dialek, ejaan, serta pesan moral dalam lagu tetap terjaga keasliannya," ujarnya.
Selain persoalan teknologi, Ibrahim juga menggarisbawahi pentingnya pencantuman terjemahan lirik serta sinopsis cerita pada setiap karya lagu daerah yang diunggah ke media sosial maupun platform digital seperti YouTube dan TikTok. Menurutnya, sebagian besar penikmat lagu saat ini kerap terkendala batasan bahasa daerah sehingga hanya menikmati ritme musik tanpa memahami isi pesan syairnya.
Ibrahim menambahkan, penyisipan terjemahan dan penjelasan makna lagu akan menjadi sarana edukasi efektif bagi generasi muda serta masyarakat luas untuk mengenal sejarah, nilai gotong royong, hingga spiritualitas masyarakat NTT.
"Tantangan terbesar kita adalah menyajikan media yang edukatif. Dengan menyertakan terjemahan dan deskripsi makna lagu, karya musisi daerah tidak hanya menjadi hiburan di ruang pesta, tetapi juga menjadi media pelestarian identitas budaya Nusa Tenggara Timur," katanya.
Ia juga menyentuh pentingnya peran para pemusik dan pembuat konten lokal untuk selalu menyertakan sinopsis, narasi latar belakang, serta terjemahan bahasa Indonesia pada setiap karya lagu pop daerah yang diunggah ke platform digital.
“Banyak generasi muda tertarik dengan ritme lagu daerah lain di NTT, tetapi tidak memahami artinya karena keterbatasan bahasa. Kehadiran terjemahan dan penjelasan sinopsis akan menjadi sarana edukasi budaya yang sangat berharga,” ucapnya.
Melalui langkah kurasi yang tepat dan penyediaan terjemahan yang memadai, karya musik daerah NTT diharapkan tidak hanya sekadar viral di media sosial, tetapi juga efektif menjadi benteng pelestarian bahasa ibu serta identitas budaya NTT di era digital. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....