Filosofi Motif Tenun Mataru Terinspirasi Kehidupan Leluhur Alor
- 31 Jul 2026 17:34 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Busana adat serta kain tenun tradisional masyarakat Mataru, Kabupaten Alor, menyimpan sejarah panjang dan nilai-nilai kebudayaan yang erat kaitannya dengan kehidupan para leluhur. Motif-motif tenun Mataru lahir dari sumber bahan pangan hingga peralatan penunjang hidup masa lalu.
“Motif sarung, selimut, dan selendang adat Mataru umumnya terinspirasi dari asal-usul serta sumber makanan orang tua zaman dulu. Di antaranya terdapat motif tali kelereng yang melambangkan bahan pembersih/sabun alami masa lalu, motif biji kenari, hingga motif hulu kelewang,” kata Pembina Seni Budaya Kecamatan Mataru, Gr. Agalakari Enos, S.Pd saat menjadi narasumber dalam program acara Obrolan Budaya Pro 4 RRI Kupang, Rabu, 29 Juli 2026 malam.
Ia menjelaskan, untuk motif tertentu seperti hulu kelewang berukir, pemakaiannya dibatasi dan hanya diperuntukkan bagi tokoh adat atau orang-orang kepercayaan tertentu dalam suku.
“Penggunaan motif kain tenun dapat mencerminkan status atau peran seseorang dalam tatanan adat Mataru. Orang tua terdahulu yang memahami struktur budaya akan langsung mengenali perannya hanya dari melihat motif kain yang dikenakan,” ujarnya.
Selain motif tenun, masyarakat Mataru juga memiliki berbagai benda pusaka sakral seperti kelewang, busur dan anak panah, tombak, hingga ikat pinggang rotan anyam (kalik). Benda-benda tersebut tidak diperbolehkan keluar atau digunakan secara sembarangan di luar ritual khusus.
Meski demikian, untuk keperluan pementasan seni atau festival modern, masyarakat Mataru bersikap fleksibel dengan menyediakan versi modifikasi dari bahan baku kayu atau bambu guna menjaga kesakralan benda pusaka asli. Enos berharap generasi muda di Nusa Tenggara Timur, khususnya Alor, terus mencintai dan melestarikan budaya lokal sebagai fondasi identitas bangsa.
“Bangsa yang besar dan mandiri adalah bangsa yang mencintai budayanya sendiri. Generasi muda harus terus mempelajari dan memegang teguh nilai-nilai warisan tradisi ini,” katanya. (Daten)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....