Filosofi Rote Bentuk Kehidupan Masyarakat

  • 28 Jul 2026 09:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Filosofi hidup masyarakat Rote hingga kini tetap menjadi pedoman kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut diwariskan dari generasi ke generasi melalui tradisi adat.

Ungkapan "Mao Tua Do Lefe Bafi" memiliki makna mendalam bagi masyarakat Rote. Filosofi itu mengajarkan pentingnya bekerja keras dan hidup mandiri.

Pohon lontar menjadi simbol kehidupan masyarakat Pulau Rote sejak dahulu. Hampir seluruh kebutuhan keluarga berasal dari hasil pohon lontar.

Tradisi menyadap nira masih dipertahankan hingga sekarang. Kaum pria bertugas memanjat pohon, sedangkan perempuan mengolah hasil sadapan.

Dalam bahasa Rote dikenal ungkapan "Fua Fanu Tapa Deik Malelo Afe Take Tuk." Ungkapan itu menggambarkan semangat bangun pagi untuk bekerja.

Selain menyadap lontar, masyarakat juga bertani, beternak, dan melaut. Kegiatan tersebut menjadi sumber penghidupan utama keluarga Rote.

"Lontar bukan sekadar pohon, tetapi sumber kehidupan masyarakat," demikian filosofi yang hidup di Pulau Rote.

Nilai gotong royong, kerja keras, dan kebersamaan terus dijaga masyarakat. Budaya tersebut menjadi modal sosial pembangunan Kabupaten Rote Ndao. (Tim/Pemda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....