Harmonisasi Manusia dan Alam di Kampung Adat Koanara

  • 26 Mar 2026 10:09 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Kabupaten Ende tidak hanya menyimpan pesona Danau Kelimutu yang melegenda. Tak jauh dari sana, tepatnya di Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu, berdiri sebuah situs budaya yang memikat bernama Kompleks Rumah Adat Moni Koanara. Sebuah perkampungan yang menjadi simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan leluhur.

Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan dapat menempuh perjalanan darat sejauh 65 kilometer atau sekitar 2 jam dari Bandara H. Hasan Aroeboedsman, Ende. Sesampainya di sana, pengunjung akan disambut oleh deretan bangunan dengan ciri khas atap alang-alang yang menjuntai hampir menyentuh tanah.

Secara arsitektur, rumah adat di sini terbagi menjadi tiga jenis utama: Rumah Baku: Bangunan sakral yang digunakan khusus untuk menyimpan jenazah leluhur. Rumah Tinggal (Sa’o): Hunian warga yang unik dengan hiasan kepala kerbau di depan pintu sebagai simbol status dan perlindungan. Sedangkan Lumbung: Tempat penyimpanan hasil panen masyarakat yang dibangun dari kayu lokal serta beratapkan ilalang dan ijuk.

Seluruh material kayu yang digunakan diambil langsung dari hutan Kelimutu melalui serangkaian upacara adat sebagai bentuk penghormatan kepada alam. Secara vertikal, bangunan-bangunan ini memiliki tiga filosofi ruang: Lweu (kolong), One (ruang tengah), dan Padha (loteng).

Di tengah perkampungan, terdapat Kanga, sebuah pelataran bundar dengan susunan batu pipih untuk ritual, lengkap dengan tugu batu yang disebut Tubu atau Musu Mase. Terdapat pula bangunan kayu kecil khusus untuk pelaksanaan upacara adat.

Keunikan lainnya terletak pada dua bangunan utama, yakni Sa’o Ria dan Sa’o Kedha.

Sa’o Ria (Rumah Besar) telah berdiri kokoh selama hampir 200 tahun sebagai simbol wanita dan keberlangsungan hidup.

Sa’o Kedha merupakan bangunan tanpa dinding yang berfungsi sebagai tempat pertemuan adat dan dianggap sebagai simbol kepemimpinan lelaki.

Kompleks Rumah Adat Moni Koanara bukan sekadar destinasi wisata, melainkan bukti nyata keteguhan masyarakat Ende dalam menjaga warisan nenek moyang di tengah arus zaman. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....