Oko Mama Jadi Simbol Ketulusan Hati Masyarakat Timor
- 25 Mei 2026 10:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Masyarakat suku Timor di Nusa Tenggara Timur diingatkan untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Oko Mama sebagai simbol persaudaraan, penghormatan, dan media komunikasi sosial yang tak tergantikan. Hal tersebut disampaikan oleh Budayawan Timor, Thimothius Kabu, saat diwawancarai Pro 4 RRI Kupang dalam Obrolan Budaya, Sabtu, 23 Mei 2026 malam.
Menurut Thimothius Kabu, Oko Mama merupakan wadah anyaman berisi sirih, pinang, kapur, dan tembakau. Bukan sekadar pelengkap ritual, melainkan lambang ketulusan hati dalam menyambut sesama. “Oko Mama adalah pintu pembuka dalam setiap interaksi sosial orang Timor. Membuka Oko Mama berarti membuka hati, meruntuhkan sekat, dan menciptakan perdamaian sebelum pembicaraan mendalam dimulai,” ujarnya.
Ia menilai, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Oko Mama sangat relevan dalam menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat, baik dalam acara adat pernikahan, penyambutan tamu, hingga penyelesaian konflik (rekonsiliasi). Sirih dan pinang di dalamnya melambangkan ikatan kekeluargaan yang erat dan saling menghormati antar-individu maupun antar-suku.
Selain itu, Thimothius Kabu juga menyoroti pentingnya pewarisan nilai tradisi ini kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh modernisasi. “Generasi muda Timor harus memahami bahwa di dalam Oko Mama terdapat identitas kita. Menghargai Oko Mama berarti menghargai harkat dan martabat leluhur serta sesama manusia,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengakui tantangan zaman saat ini membuat sebagian generasi muda mulai asing dengan tata cara dan filosofi mendalam dari ritual tersebut. Karena itu, lembaga adat, institusi pendidikan, dan keluarga diharapkan dapat bersinergi untuk memperkenalkan kembali esensi budaya lokal ini melalui ruang-ruang edukasi formal maupun informal.
Dalam kesempatan tersebut, Thimothius Kabu juga menekankan bahwa kelestarian Oko Mama turut berdampak pada eksistensi para perajin anyaman lokal di desa-desa, yang hingga kini masih setia memproduksi wadah tradisional tersebut dari daun lontar atau gewang.
Pelestarian nilai filosofis Oko Mama diharapkan mampu memperkokoh jati diri orang Timor di tengah arus globalisasi, sekaligus menjaga ketahanan budaya daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan. (Daten)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....