Pelabuhan Waingapu Dipersiapkan Dukung Rencana Pemasukan Sapi Impor
- 01 Okt 2026 17:06 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba – Kesiapan Pelabuhan Waingapu dalam mendukung rencana pemasukan sapi dari luar negeri mulai dibahas secara lintas instansi. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Kepala Biro Perencanaan Badan Karantina Indonesia dan Bappenas ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan, baik dari aspek kepelabuhanan, pelayanan kapal, fasilitas pendukung, bongkar muat, maupun keselamatan dan keamanan. Kepala KSOP Kelas IV Waingapu, Dr. Fadly Afand Djafar, S.H., M.H., mengatakan, Pelabuhan Waingapu secara hierarki kepelabuhanan memiliki dasar untuk melayani angkutan laut luar negeri.
Hal itu mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan Waingapu yang menetapkan pelabuhan tersebut terbuka untuk angkutan laut luar negeri. Karena itu, KSOP Waingapu menyatakan siap mendukung proses pembahasan rencana pemasukan sapi dari luar negeri, dengan tetap memastikan seluruh tahapan dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan standar yang berlaku.
Fadly menjelaskan, kesiapan pelabuhan tidak hanya diukur dari kemampuan menerima kedatangan kapal, tetapi juga mencakup kesiapan fasilitas, pelayanan kapal, proses bongkar muat atau handling cargo, serta penerapan aspek keselamatan dan keamanan. Selain itu, koordinasi dengan instansi teknis menjadi bagian penting karena pemasukan sapi melibatkan sejumlah persyaratan yang berada di luar kewenangan kepelabuhanan.
Oleh sebab itu, diperlukan pemetaan kebutuhan secara menyeluruh agar setiap unsur yang terlibat dapat mempersiapkan tugas dan tanggung jawabnya sejak awal. Dari aspek kesehatan hewan, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur (BKHIT NTT), Simon Soli, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa, rencana pemasukan sapi harus disertai kesiapan sistem karantina dan biosekuriti.
Menurutnya, ternak yang berasal dari luar negeri harus memenuhi persyaratan kesehatan hewan sebelum masuk ke wilayah Indonesia. Untuk itu, koordinasi antara karantina, pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan instansi terkait perlu dilakukan sejak tahap perencanaan agar seluruh prosedur dapat dipenuhi dan potensi risiko terhadap kesehatan hewan maupun lingkungan dapat diminimalkan.
Sementara itu, General Manager Pelindo Cabang Waingapu, Imam Haromain, menyatakan pihaknya siap mendukung dari sisi infrastruktur dan kegiatan handling cargo. Pelindo akan melihat kesesuaian fasilitas dan peralatan yang tersedia dengan kebutuhan operasional apabila rencana pemasukan sapi tersebut dilaksanakan.
Pengaturan alur kegiatan juga menjadi perhatian, termasuk aspek keselamatan selama proses bongkar muat. Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, kebutuhan penyesuaian fasilitas maupun prosedur operasional dapat diidentifikasi sehingga kegiatan di kawasan pelabuhan nantinya dapat berlangsung secara aman, tertib, dan efisien.
Pembahasan lintas instansi tersebut diharapkan menghasilkan pemetaan yang lebih jelas mengenai kebutuhan Pelabuhan Waingapu dalam mendukung rencana pemasukan sapi dari luar negeri. Sinergi antara KSOP, Badan Karantina, Bappenas, Pelindo, pemerintah daerah, serta instansi teknis lainnya menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan dilakukan secara terpadu.
Dengan demikian, setiap aspek mulai dari kedatangan kapal, pelayanan pelabuhan, handling cargo, pemeriksaan karantina, keselamatan, keamanan, hingga biosekuriti dapat dipersiapkan sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku. (Humas KSOP Waingapu/YB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....