Umat Diajak Mengampuni di tengah Maraknya Penyebaran Komentar di Media Sosial
- 17 Sep 2026 06:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Umat Katolik diajak untuk membangun sikap saling mengampuni dan tidak mudah menghakimi kesalahan orang lain, terutama di tengah maraknya penyebaran kabar dan komentar di media sosial. Sikap menghakimi tanpa dasar dapat melahirkan penilaian yang keliru dan menjadi bentuk dosa sosial di tengah masyarakat.
“Seringkali kesalahan orang lain dibicarakan bukan karena dia benar-benar melakukannya itu, tetapi karena kabar burung atau gosip yang disebarkan dari satu orang ke orang lain,” ujar Penyuluh Agama Katolik pada Bidang Urusan Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Zakarias Paus Tola saat berbincang di RRI Kupang, Kamis, 17 September 2026.
| Baca juga: Tenanglah Aku ini, Jangan Takut |
Zakri menyoroti kebiasaan masyarakat dalam menilai seseorang hanya berdasarkan informasi atau unggahan yang dilihat di media sosial, tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Komentar yang diberikan juga kerap jauh dari pertimbangan rasa dan keadilan sehingga kesalahan seseorang dapat dibesar-besarkan dan membentuk penilaian umum di masyarakat.
“Di dunia bermedia sosial zaman ini setiap orang merasa dirinya berhak mengadili orang lain dan menjadi penilai baik dan buruknya seseorang hanya berdasarkan apa yang mereka lihat dari postingan orang lain bukan dari pembuktian mereka sendiri,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa setiap manusia memiliki dosa dan membutuhkan pengampunan Tuhan. Kesadaran sebagai manusia yang telah menerima pengampunan menjadi dasar untuk belajar mengampuni sesama yang melakukan kesalahan secara terus-menerus dan tanpa syarat.
Namun, kemampuan manusia dalam mengampuni masih sering dipengaruhi berbagai perhitungan, mulai dari seberapa besar kesalahan yang dilakukan, kerugian yang ditimbulkan, hingga rasa sakit yang dialami. Bahkan, kedekatan dan manfaat seseorang dalam kehidupan juga dapat memengaruhi mudah atau sulitnya seseorang memberikan pengampunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....