Hari Radio ke-81, RRI Diminta Terus Hadir Masyarakat
- 11 Sep 2026 15:15 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan pentingnya peran Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai jembatan informasi publik dan sarana komunikasi pemerintah dengan masyarakat, khususnya di tengah kondisi NTT yang masih menghadapi dampak bencana gempa bumi di Flores.
Penegasan tersebut disampaikan Johni Asadoma saat menghadiri Penyulutan Obor Tri Prasetya RRI dalam rangka memperingati Hari Radio ke-81 sekaligus penyerahan donasi bagi para penyintas gempa Flores, Jumat (11/9/2026).
Mengawali sambutannya, Johni mengajak seluruh tamu undangan mengheningkan cipta dan mendoakan dua warga asal NTT dari tiga korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas di Papua.
Ia menyampaikan duka cita mendalam serta mengecam aksi penembakan yang menewaskan tiga orang tersebut. Johni berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan selamat Hari Radio ke-81 kepada seluruh keluarga besar RRI, khususnya RRI Kupang,” ujar Johni.
Menurutnya, radio memiliki posisi strategis bagi NTT sebagai daerah kepulauan dengan wilayah yang tersebar. Radio tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi, memperkuat persatuan, serta mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Karena itu, penyulutan Obor Tri Prasetya RRI dinilai harus dimaknai sebagai simbol semangat pengabdian yang terus menyala dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Jadikan radio sebagai ruang yang menghadirkan informasi yang mencerdaskan, membangun optimisme, dan memperkuat persaudaraan,” tegasnya.
| Baca juga: Damkar Kupang Imbau Lahan Kosong Dibersihkan |
Johni mengatakan, dalam situasi bencana gempa Flores, keberadaan media semakin penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya. Media juga dinilai memiliki peran dalam membangun solidaritas serta menghubungkan berbagai pihak dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Ia mengapresiasi RRI Kupang bersama Rumah Musik Siloam yang menunjukkan kepedulian melalui penyerahan donasi bagi masyarakat terdampak gempa Flores.
“Bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang pesan bahwa mereka tidak sendiri dan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur terus bersama mereka,” katanya.
Wagub menegaskan, penanganan dan pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah Provinsi NTT terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar masyarakat terdampak dapat segera memulihkan kehidupan, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial mereka.
Pada kesempatan tersebut, LPP RRI Kupang bersama Rumah Musik Siloam menyerahkan donasi berupa uang senilai Rp8 juta serta sejumlah barang bantuan untuk mendukung penanganan bencana di Pulau Flores. Donasi tersebut diterima oleh Wakil Gubernur NTT.
Kepala LPP RRI Kupang, Muhammad Yusridarto, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud nyata komitmen RRI untuk hadir bersama masyarakat yang terdampak bencana sekaligus mendukung berbagai program kerja pemerintah daerah.
“Donasi yang kami berikan hari ini sebagai wujud nyata dari RRI untuk hadir dan sama-sama merasakan apa yang dialami masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores, serta komitmen kami untuk terus mendukung berbagai program kerja pemerintah daerah,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Johni mengajak RRI terus menjalankan perannya sebagai media publik yang menjaga persatuan dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Teruslah menjadi suara yang hadir untuk masyarakat, menjadi jembatan informasi, dan menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga persatuan Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala LPP RRI Kupang Muhammad Yusridarto beserta jajaran, Rektor IAKN I Made Suardana, Pendiri Rumah Musik Siloam Adriana Kalla, serta Kepala LPP TVRI Stasiun NTT Jefri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....