Dari Jalan Kaki tanpa Alas Kaki, Anak Pelosok Rote Ndao Raih Doktor Cumlaude

  • 05 Sep 2026 22:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Dulu, ia harus berjalan kaki sekitar tujuh kilometer melewati hutan tanpa alas kaki untuk bersekolah. Kini, anak dari Kampung Mundek, Kabupaten Rote Ndao, itu berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan predikat Cumlaude pada 20 Agustus 2026.

Kisah perjuangannya dibagikan dalam acara syukuran bersama keluarga dan masyarakat di Kampung Mundek, Jumat, 4 September 2026. Namanya, Dr. Anderias Henukh, S.Pd., M.Pd., di hadapan para guru, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ia mengenang masa kecil ketika keterbatasan ekonomi membuat pendidikan menjadi perjuangan yang tidak mudah.

Saat bersekolah di SD Inpres Balaoli, ia harus berjalan kaki dari Oelufa menuju sekolah, Ia bahkan mengenang masa kecilnya dengan penuh tawa, ketika bersama teman-temannya pernah bolos sekolah. Namun, di balik kenakalan kecil itu, semangat belajarnya tetap tumbuh hingga membawanya mencapai pendidikan tertinggi

“Teman-teman saya tidak naik kelas, tetapi karena saya punya kesempatan belajar, sambil makan buah kusambi, saya bisa naik kelas,” kenangnya dalam cerita.

Kondisi tersebut justru menumbuhkan tekadnya untuk terus belajar. Ia kemudian menempuh pendidikan di SMP ITA ESA, SMA Negeri 1 Kupang, S1 UNIKA Kupang, S2 Universitas Negeri Jakarta hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan doktoral di UPI Bandung.

Perjalanan di perantauan juga penuh tantangan. Ia pernah menjadi guru honorer dengan penghasilan yang nyaris tidak ada dan harus bangun pukul 04.00 untuk menggunakan transportasi umum menuju kampus.

Namun, semua keterbatasan itu tidak membuatnya menyerah. Justru sebagai “anak kampung”, ia ingin membuktikan bahwa asal-usul bukan batas untuk mencapai pendidikan tertinggi.

“Saya harus membuktikan kepada guru-guru besar bahwa walaupun kami dari kampung, kami mampu,” ucapnya.

Kini, gelar doktor yang diraihnya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga pesan bagi anak-anak pelosok Rote Ndao bahwa keterbatasan bukan akhir dari sebuah cita-cita.

“Jangan berkecil hati. Tunjukkan bahwa di mana pun dan kapan pun ketika kita memiliki kesempatan, kita siap dan kita mampu," ujarnya. "Masa depan sungguh ada dan harapan tidak akan pernah hilang," ucap Anderias dalam pesannya mengutip kitab Amsal sebagai motivasi. (LA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....