Zina Bisa Jadi Awal Petaka Pembunuhan dan Mutilasi
- 18 Agt 2026 10:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kasus pembunuhan hingga mutilasi yang terjadi di Indonesia kerap berawal dari konflik hubungan asmara, perselingkuhan, kecemburuan, hingga upaya menutupi sebuah perbuatan. Dalam sejumlah kasus, persoalan hubungan terlarang juga dapat menjadi bagian dari rangkaian konflik yang berujung pada kekerasan.
Islam sejak awal telah memberikan peringatan agar manusia tidak membuka jalan menuju zina. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 32:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”
Larangan tersebut bukan hanya terhadap perbuatan zina, tetapi juga terhadap berbagai jalan yang dapat mengantarkan seseorang kepadanya.
Zina dapat menimbulkan persoalan lanjutan, seperti perselingkuhan, kecemburuan, konflik rumah tangga, hingga persoalan kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam kondisi tertentu, konflik yang tidak terkendali dapat berkembang menjadi kekerasan.
Namun, tidak setiap kasus pembunuhan yang berkaitan dengan hubungan asmara dapat disebut disebabkan oleh zina. Motif setiap perkara harus dibuktikan melalui penyelidikan dan proses hukum.
Rasulullah Shallahu Alaihi Wassallam juga memberikan pesan kepada generasi muda agar menjaga diri dari perbuatan yang mendekati zina. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallahu Alaihi Wassallam bersabda:
“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu menikah, hendaklah ia menikah. Karena menikah lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa menjadi perisai baginya.”
Karena itu, sebuah kesalahan tidak boleh ditutupi dengan kejahatan yang lebih besar. Zina adalah dosa, tetapi membalasnya dengan pembunuhan atau mutilasi merupakan kejahatan yang jauh lebih berat.
Pesan yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga diri dan menghindari perbuatan yang dapat menjadi pintu menuju kerusakan. Sebab, ketika sebuah kesalahan tidak dihentikan sejak awal, dampaknya dapat merusak bukan hanya diri sendiri, tetapi juga kehidupan orang lain. (TP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....