Anak Putus Sekolah Rentan Alami Perundungan di Lingkungan Sosial
- 12 Jul 2026 11:58 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Anak yang putus sekolah maupun tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dinilai rentan mengalami perundungan atau bullying di lingkungan pergaulan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri dan perkembangan psikososial anak apabila tidak segera ditangani.
Staf Perlindungan Anak PPA Manekat Naimuti, Chatrin Riwu, mengatakan perbedaan status pendidikan kerap menjadi pemicu munculnya perlakuan diskriminatif di kalangan anak dan remaja.
“Anak yang tidak bersekolah sering kali merasa kurang dihargai ketika berada dalam kelompok pertemanan,” kata In sapaan akrabnya saat siaran di RRI Kupang, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, rasa minder dan rendah diri dapat muncul karena adanya perbedaan perlakuan antara anak yang masih bersekolah dengan mereka yang putus sekolah atau tidak melanjutkan kuliah. Kondisi tersebut berpotensi menghambat anak untuk tetap aktif bersosialisasi di lingkungannya.
“Sebagai upaya pencegahan, PPA Manekat Naimuti melakukan pendampingan kepada anak-anak yang menjadi korban perundungan. Pendampingan dilakukan melalui penguatan mental dan emosional agar mereka tetap memiliki rasa percaya diri,” lanjutnya.
Selain mendampingi korban, PPA juga memberikan edukasi kepada anak-anak yang melakukan bullying.
“Mereka diajak memahami bahwa setiap anak memiliki martabat yang sama dan berhak mendapatkan perlakuan yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Ia menegaskan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal yang lumrah dalam pergaulan anak. Ia mengajak orang tua, sekolah, gereja, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh anak.
Melalui pendekatan yang berkelanjutan, PPA Manekat Naimuti berharap anak-anak yang putus sekolah maupun yang tidak melanjutkan pendidikan tetap dapat bertumbuh dengan baik tanpa mengalami diskriminasi. Upaya tersebut juga diharapkan mendorong terciptanya lingkungan sosial yang saling menghargai serta mendukung perkembangan setiap anak tanpa memandang latar belakang pendidikannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....