BMKG: Monsun Timur Picu Angin Kencang di Sejumlah Wilayah NTT
- 03 Jul 2026 09:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan angin monsun timur telah aktif dan memengaruhi kondisi cuaca di Nusa Tenggara Timur. Masyarakat diminta mewaspadai potensi angin kencang yang terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua pada Jumat, 3 Juli 2026
Prakirawan Cuaca BMKG, Frengki Arianto Faot di Kupang, Kamis, 2 Juli 2026 menjelaskan, aktifnya angin monsun timur menandai musim kemarau yang kini berlangsung di wilayah NTT.
“Kondisi tersebut menyebabkan udara menjadi lebih kering dan meningkatkan kecepatan angin di sejumlah daerah,” katanya.
Selain berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat, angin kencang juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu meluasnya kebakaran selama musim kemarau.
“Dalam peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, tidak terdapat wilayah di NTT yang berstatus Waspada, Siaga, maupun Awas terhadap potensi hujan sedang hingga hujan ekstrem pada 3 Juli 2026. Kondisi ini menunjukkan cuaca di sebagian besar wilayah relatif didominasi oleh musim kemarau,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan diimbau berhati-hati terhadap kemungkinan pohon tumbang maupun benda yang mudah diterbangkan angin.
“Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar. Kecepatan angin yang meningkat dapat memengaruhi kondisi gelombang di sejumlah perairan NTT,” ucapnya.
Frengki mengimbau masyarakat terus mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan terhadap dampak angin kencang dan musim kemarau diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana serta melindungi keselamatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....