BMKG Jelaskan Udara Dingin NTT Fenomena Musiman yang Normal Terjadi

  • 13 Jun 2026 09:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Suhu udara di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan kondisi meteorologis musiman yang normal terjadi di wilayah NTT.

“Kondisi ini bahkan membuat suhu di beberapa daerah dataran tinggi turun hingga di bawah 10 derajat Celsius saat puncak musim kemarau,” kata Prakirawan BMKG, Listy Aziza Kurnianingrum di Kupang, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Listy, salah satu penyebab utama udara dingin adalah pengaruh Angin Monsun Australia atau Monsun Timuran. Angin ini membawa massa udara yang lebih dingin dan kering menuju wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur.

“Faktor lain yang memengaruhi adalah posisi semu Matahari yang berada di Belahan Bumi Utara. Akibatnya, wilayah di belahan selatan, termasuk NTT, menerima radiasi matahari yang lebih sedikit sehingga suhu udara menjadi lebih rendah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa langit yang cerah dan minim tutupan awan pada musim kemarau membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara turun cukup drastis menjelang pagi.

“Selain itu, ketinggian suatu wilayah turut memengaruhi suhu udara. Semakin tinggi letak suatu daerah, maka suhu udaranya cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah dataran rendah. Karena itu, kawasan seperti Ruteng dan daerah pegunungan lainnya dapat mengalami udara yang lebih dingin,” katanya.

Meski merupakan fenomena yang normal, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama musim kemarau.

“Penggunaan pakaian hangat dan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan,” ucapnya.

Listy mengimbau agar masyarakat memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama periode udara dingin yang terjadi pada musim kemarau di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....