BMKG Imbau Waspada Gelombang Laut Sedang di Perairan NTT Akhir Mei 2026
- 27 Mei 2026 15:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan informasi tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlaku pada, Selasa 27 Mei 2026 pukul 08.00 WITA hingga 30 Mei 2026 pukul 08.00 WITA. Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku transportasi laut terhadap potensi gelombang sedang di sejumlah wilayah perairan.
BMKG menjelaskan, berdasarkan kondisi sinoptik, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 4 hingga 23 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah perairan seperti Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, hingga perairan selatan Timor dan Rote yang berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang laut.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memicu perubahan cuaca secara tiba-tiba. Awan ini berpotensi menyebabkan peningkatan tinggi gelombang secara mendadak serta perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran di wilayah perairan NTT.
Dalam periode 27–28 Mei 2026, gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Sumba, Sabu-Raijua, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor–Rote. Kondisi ini diperkirakan dapat mempengaruhi aktivitas nelayan tradisional dan kapal kecil di wilayah tersebut.
Sementara pada 28–29 Mei 2026, wilayah terdampak meluas mencakup Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Laut Sawu, Selat Ombai, hingga kawasan Taman Nasional Komodo. BMKG menegaskan bahwa kondisi ini perlu diwaspadai karena angin kencang berpotensi meningkatkan risiko gelombang tinggi di jalur pelayaran utama.
Pada 29–30 Mei 2026, wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang sedang semakin meluas, meliputi Selat Sape, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, perairan selatan Alor–Pantar, hingga perairan utara Timor dan Kupang–Rote. Kondisi ini diperkirakan dapat mengganggu aktivitas transportasi laut antar-pulau di NTT.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, agar selalu memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut. Informasi lebih lengkap mengenai prakiraan cuaca dan gelombang dapat diakses melalui laman resmi https://maritim.bmkg.go.id/ guna memastikan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....