BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan NTT hingga 29 April 2026
- 25 Apr 2026 18:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan rilis terbaru, kondisi ini diprakirakan akan berlangsung mulai tanggal 26 April 2026 pukul 08.00 WITA hingga 29 April 2026 pukul 08.00 WITA. Masyarakat, khususnya para nelayan dan operator moda transportasi laut, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di laut.
Secara sinoptik, pola pergerakan angin di wilayah NTT saat ini umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 knot. Kecepatan angin yang cukup kencang terpantau melintasi Selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, serta Perairan Utara Kupang–Rote. Selain itu, Selat Pukuafu dan Perairan Selatan Timor–Rote juga menjadi area dengan hembusan angin tinggi yang memicu meningkatnya tinggi gelombang di wilayah tersebut.
BMKG memberikan penekanan khusus pada periode 26 hingga 27 April 2026, di mana gelombang dengan kategori "Tinggi" (2.5 - 3.0 meter) diprediksi akan menghantam Perairan Selatan Sumba. Meski pada dua hari setelahnya (27-29 April) kategori tinggi tercatat nihil, masyarakat tetap tidak boleh lengah karena kategori gelombang sedang masih mendominasi hampir di seluruh perairan NTT. Kondisi ini menuntut kesiapan alat keselamatan yang memadai bagi setiap armada yang nekat melaut.
Selain tinggi gelombang, keberadaan awan Cumulonimbus juga menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai oleh para pelaku aktivitas maritim. Awan gelap yang berbentuk menyerupai bunga kol ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan tinggi gelombang secara mendadak. Tak hanya itu, awan tersebut juga seringkali memicu perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba, yang dapat membahayakan stabilitas kapal di tengah laut.
Untuk rincian gelombang kategori "Sedang" (1.25 - 2.5 meter) pada hari pertama, sebaran wilayahnya mencakup Selat Sape bagian Selatan, Perairan Utara Flores, Laut Sawu, hingga Perairan Utara dan Selatan Timor-Rote. Hampir seluruh selat strategis seperti Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, dan Selat Ombai masuk dalam daftar waspada. Intensitas gelombang ini diprakirakan masih akan bertahan di beberapa titik utama hingga tanggal 29 April mendatang.
Memasuki periode 27 hingga 29 April, meski area terdampak gelombang sedang mulai menyusut, beberapa wilayah inti tetap menunjukkan risiko yang konstan. Selat Sape Bagian Selatan, Selat Alor, Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, dan Perairan Sabu-Raijua diprediksi masih akan mengalami gejolak air laut yang cukup kuat. Penurunan luas wilayah terdampak ini diharapkan tidak mengurangi kewaspadaan para nakhoda saat melintasi jalur-jalur tersebut.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru melalui tautan resmi di laman maritim.bmkg.go.id atau melalui kanal informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tenau. Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama, sehingga koordinasi antara otoritas pelabuhan, pelaku usaha transportasi, dan masyarakat nelayan sangat diperlukan guna meminimalisir risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk di wilayah NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....