Muslim Dianjurkan Makan Dengan Tangan Kanan Ini Alasannya

  • 20 Apr 2026 10:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kebiasaan makan menggunakan tangan kanan dalam Islam selama ini sering dianggap sekadar adab. Namun, di balik itu, para ulama memiliki pandangan yang lebih dalam. Bahkan, sebagian di antaranya menilai hukum makan dan minum dengan tangan kanan bisa mencapai derajat wajib.

Ajaran ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad. Dalam sabdanya, Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk makan dan minum menggunakan tangan kanan, serta menjelaskan bahwa setan makan dengan tangan kiri.

Perintah tersebut tidak hanya bersifat anjuran biasa. Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bahkan menegur seseorang yang makan dengan tangan kiri dan memerintahkannya langsung untuk menggunakan tangan kanan. Hal ini menunjukkan adanya penekanan kuat dalam praktik tersebut.

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa makan dengan tangan kanan merupakan sunnah muakkadah atau amalan yang sangat dianjurkan. Ulama besar seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa menggunakan tangan kiri tanpa alasan yang dibenarkan termasuk perbuatan makruh karena menyelisihi sunnah Nabi ﷺ.

Pandangan ini banyak diikuti oleh umat Islam, khususnya dalam mazhab Syafi’i yang dominan di Indonesia.

Di sisi lain, terdapat pendapat yang lebih tegas. Sebagian ulama menyatakan bahwa makan dan minum dengan tangan kanan hukumnya wajib.

Pendapat ini dinisbatkan kepada Imam Asy-Syafi'i dalam salah satu riwayat pendapatnya. Mereka berargumen bahwa perintah dalam hadis bersifat tegas dan tidak disertai indikasi yang memalingkannya dari kewajiban.

Selain itu, adanya larangan menyerupai setan menjadi penguat bahwa perintah tersebut tidak boleh dianggap remeh.

Meski demikian, Islam tetap memberikan kemudahan bagi umatnya. Dalam kondisi tertentu seperti sakit atau cedera pada tangan kanan, seseorang diperbolehkan menggunakan tangan kiri tanpa dikenai dosa.

Para ulama menegaskan bahwa penggunaan tangan kanan dalam Islam bukan hanya berlaku saat makan dan minum. Hal ini juga mencakup aktivitas lain seperti memberi, menerima, dan melakukan perbuatan baik.

Dengan demikian, kebiasaan ini bukan sekadar etika, tetapi bagian dari identitas seorang muslim dalam menjalankan ajaran agamanya

Perbedaan pendapat di kalangan ulama menunjukkan kekayaan khazanah keilmuan Islam. Mayoritas menyatakan sunnah muakkadah, sementara sebagian lainnya menegaskan kewajiban.

Namun, satu hal yang pasti: membiasakan makan dan minum dengan tangan kanan adalah bentuk ketaatan kepada ajaran Nabi ﷺ yang seharusnya dijaga dalam kehidupan sehari-hari. (TP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....