Jangan Lewatkan! Keutamaan Dzulhijjah Penuh Pahala Besar
- 18 Mei 2026 12:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Umat Islam kembali menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. Pada tahun 2026, 1 Dzulhijjah 1447 H dimulai pada 18 Mei 2026, sedangkan Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026.
Bagi umat Islam, Dzulhijjah bukan sekadar bulan penyelenggaraan ibadah haji dan perayaan Idul Adha. Bulan ini juga menjadi kesempatan emas memperbanyak amal saleh, karena terdapat hari-hari yang sangat dicintai Allah SWT.
Bahkan, Rasulullah ﷺ menyebut bahwa amal ibadah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan luar biasa yang tidak dimiliki banyak hari lainnya.
Tidak semua bulan memiliki kedudukan yang sama dalam Islam. Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram yang diberi kemuliaan khusus oleh Allah SWT.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan… di antaranya empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan mulia tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa.
Salah satu keutamaan terbesar bulan Dzulhijjah terdapat pada sepuluh hari pertamanya. Rasulullah ﷺ menegaskan tidak ada hari lain yang amal salehnya lebih dicintai Allah dibanding hari-hari tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
(HR. Bukhari no. 969)
Hadits shahih ini menunjukkan betapa berharganya waktu tersebut. Bahkan, keutamaannya disebut lebih unggul daripada banyak kesempatan ibadah lainnya.
Keistimewaan Dzulhijjah juga tampak dalam Al-Qur’an ketika Allah berfirman:
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)
Banyak ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Menurut Ibnu Katsir, sumpah Allah terhadap waktu tertentu menunjukkan besarnya kemuliaan waktu tersebut.
Salah satu hari paling dinanti dalam Dzulhijjah adalah Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Bagi Muslim yang tidak sedang berhaji, puasa Arafah menjadi ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim no. 1162)
Bayangkan, satu hari puasa dengan harapan ampunan dosa selama dua tahun. Ini menjadi peluang ibadah yang sangat berharga bagi setiap Muslim.
Dzulhijjah juga menjadi bulan pelaksanaan ibadah kurban dan Hari Raya Idul Adha, momentum yang sarat makna pengorbanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial.
Allah SWT berfirman:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Melalui kurban, umat Islam diajak meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah.
Agar tidak kehilangan peluang pahala besar, umat Islam dianjurkan memperbanyak:
- Dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil
- Membaca Al-Qur’an
- Shalat sunnah
- Sedekah
- Puasa sunnah, terutama puasa Arafah
- Kurban bagi yang mampu
- Memperbanyak doa dan istighfar
Dzulhijjah bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Islam. Ini adalah kesempatan emas untuk mendekat kepada Allah melalui amal-amal terbaik. Saat hari-hari mulia ini datang, pertanyaannya bukan lagi apakah kita punya waktu untuk beribadah, melainkan apakah kita siap memanfaatkan peluang pahala besar yang mungkin tidak datang dua kali. Karena bisa jadi, Dzulhijjah tahun ini adalah kesempatan terbaik yang Allah berikan kepada kita. (TP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....