Sinergi Tiga Batu Tungku Perangi Stunting di Kabupaten Kupang
- 27 Feb 2026 18:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Penanganan stunting di wilayah pelosok memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan lembaga keagamaan. Sinergi ini dinilai sangat efektif dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait kesehatan reproduksi dan pola asuh anak selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Hal tersebut ditegaskan oleh Pendeta Gustaf Nenu, M.Th dari Klasis Amfoang Selatan dalam wawancara bersama RRI Pro 4 Kupang. Ia menyoroti pentingnya peran gereja dalam mengisi celah edukasi yang belum maksimal menyentuh akar rumput.
“Kami bekerja sama dengan tenaga kesehatan (nakes) setempat. Dari sisi medis, Puskesmas menjalankan tugasnya, sementara dari sisi gereja, kami memasukkan edukasi stunting ke dalam kelas katekisasi pranikah, khotbah, dan suara mimbar,” ungkapnya.
Menurut Gustaf, tantangan terbesar di lapangan adalah mengubah mindset masyarakat yang masih terikat pada budaya lama, seperti keengganan melahirkan di fasilitas kesehatan atau melaporkan kehamilan secara dini.
“Kolaborasi ini memungkinkan kami memantau perkembangan anak secara rutin melalui data Puskesmas. Setiap minggu, saat pembagian telur di gereja, para nakes juga hadir untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan bimbingan kesehatan langsung,” jelasnya.
Melalui kerja sama lintas sektor ini, diharapkan angka stunting di Amfoang Selatan terus menurun seiring meningkatnya kesadaran kolektif untuk mempersiapkan generasi emas NTT di masa depan. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....