Ketersediaan Air Masih Mumpuni, Poktan TIROSA Optimistis Hadapi IP300
- 06 Okt 2026 14:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketersediaan air untuk pertanian di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dinilai masih sangat mencukupi meskipun menghadapi potensi penurunan debit air akibat musim kering dan fenomena El Nino. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kelompok Tani (Poktan) TIROSA, Hendra Gunawan Sembiring kepada RRI, Selasa, 6 Oktober 2026, via whatsapp.
Menurutnya, kondisi geografis Desa Mata Air menjadi salah satu faktor yang mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut. “Secara keseluruhan di Kupang Tengah, ketersediaan airnya sangat mumpuni, karena memang kita berada di Desa Mata Air. Dari namanya saja, secara otomatis debit air pasti mencukupi,” ujar Hendra.
Poktan TIROSA sendiri merupakan kelompok tani yang baru dimekarkan dari Kelompok Tani Sehati. Untuk lahan yang berada di bagian depan, menurut Hendra, debit air masih tergolong baik dan mampu mendukung kegiatan pertanian.
Namun, persoalan yang masih dihadapi petani bukan pada ketersediaan sumber air, melainkan pada infrastruktur saluran irigasi yang belum seluruhnya permanen dan tersambung. Hendra menjelaskan, terdapat sekitar 1,5 hektare lahan pada bagian depan kawasan pemekaran yang masih belum memiliki saluran irigasi tersier secara permanen.
Akibatnya, sebagian air yang seharusnya dialirkan ke lahan pertanian justru meresap kembali ke tanah. “Debit air mencukupi, tetapi banyak yang terbuang karena masih banyak got atau saluran tersier yang belum permanen,” ujar Hendra, menjelaskan.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum menjadi ancaman serius bagi aktivitas pertanian di Desa Mata Air. Hendra menyebut, sekalipun terjadi pengurangan debit air pada musim kering, ketersediaannya masih cukup untuk mendukung rencana pemerintah melalui program IP300, yakni pola tanam dan panen tiga kali dalam setahun.
“Kalau untuk menghadapi kekeringan ataupun fenomena El Nino, khususnya Desa Mata Air dan Poktan TIROSA, sepertinya tidak terlalu terganggu. Memang ada pengurangan, tetapi debit airnya masih mencukupi. Untuk menyambut program IP300 tahun 2027, saya rasa Kupang Tengah masih sangat oke,” katanya.
Menurut Hendra, kebutuhan air tanaman padi juga dapat dikelola dengan baik melalui sistem pengairan dan pengelolaan pematang yang sudah dilakukan petani. Karena itu, persoalan utama yang perlu segera mendapat perhatian adalah pembangunan dan penyelesaian jaringan saluran irigasi tersier.
Ia berharap pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi, dapat terus memberikan dukungan pembangunan saluran irigasi permanen sehingga air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal oleh petani. Dengan sumber air yang relatif terjamin dan dukungan infrastruktur irigasi yang terus dikembangkan, Poktan TIROSA optimistis sektor pertanian di Desa Mata Air tetap mampu bertahan menghadapi musim kering sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan melalui target tanam dan panen tiga kali dalam setahun. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....