SPPG Manusak Siap Serap Hasil Panen KWT Oelbaboa

  • 03 Okt 2026 17:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun 3 Oelbaboa, Desa Manusak, Kabupaten Kupang, melakukan panen perdana tanaman hortikultura. Hasil produksi tersebut akan dipasarkan ke sejumlah lokasi, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai salah satu pembeli.

Saat menghadiri kegiatan panen perdana, Kepala SPPG Manusak, Meliana Gonsalves, menyatakan pihaknya siap untuk menyalurkan hasil panen kelompok tani. Namun, perlu memperhatikan standar penyaluran dan kualitas bahan pangan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk memasok bahan sayuran, tentunya ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Kualitas akan diperiksa oleh tim gizi dan jumlah yang dibutuhkan juga cukup besar. SPPG siap menerima sesuai dengan standar yang ditetapkan,” kata Meliana Gonsalves dalam keterangan resmi, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Meliana, kelompok tani dampingan Ume Daya Nusantara dapat memenuhi kebutuhan komoditas wortel dan bunci dalam jumlah ratusan kilogram. Untuk itu, ia berharap kelompok dapat memperhatikan kualitas, jumlah, kontinuitas, dan waktu panen agar dapat memenuhi kebutuhan SPPG.

98.24%

Program Officer Inklusi Bakti UDN, Frida Roman menjelaskan bahwa program pendampingan yang dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Dikatakan UDN juga mendukung pengembangan demplot melalui penyediaan bibit, pupuk, dan pendampingan penguatan kapasitas kelompok, literasi keuangan, dan pengorganisasian.

"Ini komitmen dari UDN untuk mendukung ekonomi sirkular dengan memastikan ketahanan pangan sebagai bagian dari adaptasi perubahan iklim. Ketika masyarakat mampu memanfaatkan lahan, menghasilkan pangan, mengakses pasar, dan mengelola kembali pendapatan untuk mendukung produksi berikutnya, maka terbentuk sebuah siklus yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat,” ujar Frida.

Pendamping Roda Tani, Daud Tanesi, menilai kolaborasi antara SPPG Manusak, kelompok tani, dan UDN perlu terus dilanjutkan. Menurutnya, hasil tanaman kelompok cukup baik dan berpeluang untuk dikembangkan demi mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat tani.

“Kolaborasi seperti ini sangat baik untuk dilanjutkan. Bibit yang ditanam kelompok cukup bagus. Kondisi pasar juga menunjukkan ada komoditas tertentu yang saat ini sulit diperoleh, seperti mentimun karena adanya kegagalan panen akibat hama,” ujar Daud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....