Kondisi Kesehatan Penyintas Gempa Flores Masih Memerlukan Pendampingan

  • 01 Okt 2026 16:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa memantau kondisi kesehatan penyintas gempa Flores melalui layanan medis bergerak di sejumlah wilayah terdampak bencana. Officer Respon Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa NTT, Muhlisnah Usman, mengatakan gangguan kesehatan didominasi ISPA, demam, batuk pilek, nyeri badan, dispepsia, serta penyakit kronis.

Layanan kesehatan dilakukan sejak awal masa tanggap darurat dengan menjangkau pengungsian di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ngada langsung. “Untuk pantauan kami sejauh ini, kondisi kesehatan masyarakat pengintas di pengungsian didominasi oleh penyakit fisika,” ujar Lisnah saat diwawancarai RRI Kupang, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kelompok lansia menjadi perhatian karena banyak mengalami hipertensi, diabetes, asma, serta gangguan kesehatan kronis lainnya selama di pengungsian. Kondisi pengungsian turut memengaruhi kesehatan warga, dengan cuaca panas siang dan dingin malam memperberat kenyamanan penyintas di pengungsian.

Kebutuhan kesehatan lain mencakup obat-obatan, air bersih, sanitasi, alas tidur, tenda, serta dukungan pemulihan trauma psikologis bagi penyintas. Lisnah menyebut fasilitas kesehatan di sejumlah lokasi mengalami kerusakan sehingga pelayanan sementara harus dilakukan melalui posko kesehatan darurat.

Untuk menjangkau warga di wilayah sulit akses, tim Dompet Dhuafa menggunakan layanan kesehatan bergerak setiap hari selama pelayanan. “Kami mobil setiap hari pagi rangka jam 8, pulang di malam itu kami mobil keliling,” kata Lisnah.

Pelayanan kelompok rentan juga diperkuat melalui dapur pemberian makanan bayi dan anak, yang menyediakan makanan tiga kali sehari. Bagi pasien kronis, tim berkoordinasi dengan puskesmas agar pengobatan rutin tetap berlanjut setelah layanan darurat selesai dilaksanakan langsung.

Lisnah menegaskan pemulihan kesehatan membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat agar pelayanan tetap berkesinambungan hingga pemulihan. “Kita edukasi ke masyarakat untuk kita peka di sekitar kita ada yang sakit atau perlu tanggapan cepat,” ujarnya, mengakhiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....