Perumda Air Minum Kota Kupang Siapkan Rekayasa Pengaliran Hadapi Kekeringan

  • 22 Sep 2026 14:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Kota Kupang menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air bersih di tengah musim kemarau panjang yang berdampak pada menurunnya debit sejumlah sumber air. Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, Dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang mengatakan kondisi kekeringan menjadi tantangan serius karena sebagian besar sumber air baku perusahaan berasal dari sumur bor.

Isidorus menjelaskan, cakupan pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang saat ini baru sekitar 20 persen dari total penduduk Kota Kupang. Dari kebutuhan air yang disebut mencapai sekitar 7.330 meter kubik per tahun, pasokan yang dapat disuplai Perumda sekitar 1.700 meter kubik per tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan besar dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Menurut Isidorus, dampak kemarau sudah mulai dirasakan pada sejumlah sumber air.

Beberapa sumur bor mengalami penurunan debit, bahkan ada yang untuk sementara tidak dapat digunakan. Ia mencontohkan sumur bor Liliba di sekitar TPU Liliba yang saat ini tidak lagi dapat dioperasikan karena debit airnya habis.

Untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan di wilayah tersebut, Perumda melakukan rekayasa pengaliran dengan menghubungkan jaringan dari sumber-sumber air terdekat. Rekayasa pengaliran juga dilakukan dengan menyesuaikan jadwal distribusi.

Jika sebelumnya suatu wilayah mendapat aliran air hingga tiga kali dalam sepekan, dalam kondisi sumber air yang terbatas jadwal tersebut dapat dikurangi menjadi satu kali dalam sepekan agar pasokan dapat dibagi ke wilayah lainnya. Isidorus mengatakan kebijakan tersebut diperlukan karena Perumda tidak memiliki sumber air pegunungan dan sangat bergantung pada sumur bor yang debitnya dapat menurun selama musim kemarau.

Selain mengatur distribusi, Perumda juga mengoptimalkan sejumlah sumber baru, antara lain sumur bor di Belo dan Manulai 2. Isidorus menyebut terdapat 43 sumur bor yang menjadi bagian dari sumber pelayanan Perumda, ditambah sumber air permukaan SPAM Dendeng.

Perumda juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dan BPBD Kota Kupang untuk menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki ke titik-titik yang mengalami kesulitan akses air. Bantuan tersebut, menurutnya, tidak hanya diperuntukkan bagi pelanggan, tetapi juga masyarakat terdampak kekeringan yang membutuhkan air.

Isidorus juga menyoroti pentingnya penghematan air dan perlindungan sumber air baku. Menurut dia, penurunan debit sumur bor tidak hanya berkaitan dengan musim kemarau, tetapi juga dengan berkurangnya kawasan resapan akibat pembangunan serta belum optimalnya konservasi di sekitar sumber air.

Ia juga menilai perlu adanya pengaturan terhadap pembangunan sumur bor oleh pihak lain agar pemanfaatan air tanah tidak semakin membebani sumber air yang digunakan untuk pelayanan masyarakat. Menghadapi puncak musim kemarau, Isidorus mengimbau masyarakat Kota Kupang, khususnya pelanggan Perumda, untuk menggunakan air secara bijak dan hemat.

Ia memastikan Perumda akan berupaya mempertahankan pelayanan semaksimal mungkin sesuai kondisi sumber air yang tersedia serta menyampaikan informasi lebih awal apabila terjadi gangguan distribusi. “Pada prinsipnya dalam kerja kolaborasi dengan Dinas PUPR, dengan DLHK dan semua elemen, kita berusaha supaya di puncak-puncak musim panas ini kita tetap aman dan bisa saling topang satu dengan yang lain,” kata Isidorus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....