Wabup Sumba Barat Tekankan Pengarusutamaan Gender dan Perlindungan Anak

  • 08 Sep 2026 11:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba – Wakil Bupati Sumba Barat Thimo Ragga menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang responsif gender, inklusif, adil, serta memberikan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Daerah Kabupaten Sumba Barat Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati, Kamis, 3 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Thimo Ragga didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Yermia Ndapa Doda, S.Sos., serta dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pimpinan unit kerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengintegrasikan perspektif gender ke seluruh tahapan pembangunan daerah.

Wakil Bupati menegaskan, pembangunan harus memberikan kesempatan, akses, partisipasi dan manfaat yang setara bagi perempuan maupun laki-laki, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus pembangunan. Menurutnya, PUG bukan semata-mata program yang ditujukan bagi perempuan atau menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, melainkan strategi pembangunan yang harus terintegrasi dalam kebijakan, program, kegiatan hingga penganggaran daerah.

Thimo Ragga juga mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menegaskan, pencegahan dan penanganan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Kita semua harus mampu menjadi contoh dalam membangun lingkungan yang aman, memberikan perlindungan serta mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Selain pencegahan, Wakil Bupati menekankan pentingnya koordinasi, pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Koordinasi, katanya, tidak seharusnya dilakukan setelah persoalan muncul, tetapi harus menjadi langkah antisipatif untuk mengidentifikasi berbagai potensi masalah sejak dini. Setiap kasus yang ditemukan juga perlu dianalisis secara menyeluruh sebagai bahan memperbaiki kebijakan, program dan strategi pencegahan.

Berdasarkan data Pembangunan Manusia Berbasis Gender Tahun 2025, Kabupaten Sumba Barat mencatat Indeks Pembangunan Gender sebesar 95,09, Indeks Pemberdayaan Gender 69,51 dan Indeks Ketimpangan Gender 0,278. Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan berkeadilan gender menuju “Sumba Barat Kuat dan Tangguh Menuju Kabupaten Ramah Perempuan, Anak dan Disabilitas.” (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....