Polri Gelar Layanan Trauma Healing Bagi Penghuni Asrama di Labuan Bajo

  • 01 Sep 2026 06:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Puluhan anak penghuni Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk Labuan Bajo, mendapata pelayanan trauma healing dari Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Satuan Binmas, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Manggarai Barat bersama BKO Tim Psikologi Polda Jawa Tengah (Jateng) dengan menyuntikkan energi baru bagi anak-anak asrama. Pendekatan dialogis nan humanis, Anak-anak diajak bernyanyi, bermain gim ketangkasan kelompok, hingga mengikuti sesi konseling ringan.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa anak-anak panti dan asrama membutuhkan perhatian psikologis ekstra pascabencana karena tidak hadirnya pendampingan langsung dari orang tua.

"Anak-anak ini berada jauh dari keluarga, bahkan ada yang sudah yatim piatu. Trauma akibat gempa bumi membuat mereka masih takut untuk kembali beraktivitas maupun tidur di dalam gedung permanen," ujar AKBP Christian dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin 31 Juli 2026.

AKBP Christian menjelaskan bahwa ajakan berkeliling kota menggunakan mobil patroli dinas sengaja dirancang untuk memulihkan kondisi emosional anak-anak.

"Kegiatan patroli keliling kota sengaja kami rancang untuk memberikan suasana baru dan menghilangkan kejenuhan para siswa selama berminggu-minggu berada di area pengungsian," katanya.

Sementara itu, Suster Kepala Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, Sr. Tatiana Tatu Wadang, SSpS. menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan bantuan beruntun yang diberikan oleh aparat kepolisian.

"Atas nama anak-anak Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, saya mengucapkan terima kasih kepada Polri, dan secara khusus Polres Manggarai Barat, yang sudah memberikan pendampingan trauma healing untuk anak-anak yang selama ini menjadi korban dan merasa takut terhadap bencana ini," ungkapnya.

"Terima kasih hari ini sudah memberikan hiburan, melaksanakan kegiatan di sini bersama anak-anak, serta memberikan bantuan untuk kami semua. Sekali lagi, terima kasih," sambung Sr. Tati sapaan akrabnya.

Sebagai langkah jangka panjang dalam masa transisi pemulihan, Polres Manggarai Barat berkomitmen untuk tidak melepas pengawasan begitu saja.

Pihaknya merencanakan pemantauan berkala (monitoring visit) ke Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk serta rutin mengecek kelayakan fasilitas tenda darurat guna mengantisipasi dinamika perubahan cuaca. (VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....