CKG Jadi Langkah Awal Deteksi Dini Kesehatan Anak Muda dan Masyarakat NTT

  • 26 Agt 2026 16:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah penting bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, termasuk bagi anak muda yang merasa masih sehat dan bugar. Program ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang sedang mengalami keluhan, tetapi juga sebagai upaya skrining untuk mengetahui risiko penyakit sebelum berkembang lebih serius.

Kepada RRI pada Selasa, 25 agustus 2026, Kepala Seksi Bidang Pelayanan Medik RSUD S.K. Lerik, dr. Norman Delvano Weky, M.K.M, menjelaskan CKG merupakan program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang bertujuan melakukan skrining terhadap masyarakat, baik yang memiliki faktor risiko maupun yang merasa sehat. “Jadi CKG itu alat screening supaya kita bisa tahu kita berisiko sakit apa ataupun kalau hasilnya normal kita tetap bisa menjaga pola hidup sehat,” ujar dr. Norman.

Wawancara bersama Kepala Seksi Bidang Pelayanan Medik RSUD S.K. Lerik, dr. Norman Delvano Weky, M.K.M pada Selasa, 25 agustus 2026 di RRI Pro 2 Kupang. (Foto : Angaela Ivania/ RRI Kupang)

Menurutnya, pemeriksaan CKG mencakup sejumlah aspek kesehatan, mulai dari tanda vital seperti tekanan darah dan nadi, pemeriksaan fungsi indra, pemeriksaan laboratorium hingga skrining kesehatan jiwa dan gigi. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mendeteksi risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, asam urat, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran hingga kondisi kesehatan mental.

dr. Norman menilai skrining kesehatan juga sangat penting bagi anak muda karena kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi kesehatan meskipun belum menimbulkan gejala. “Penting banget, karena justru di usia muda ini kadang kita banyak melakukan perilaku yang berisiko, seperti kurang tidur, terlalu banyak menggunakan HP, terlalu banyak konsumsi kopi atau jarang minum air putih,” katanya.

Kesadaran generasi muda untuk memanfaatkan CKG menjadi perhatian penting mengingat tingginya paparan gaya hidup berisiko pada usia produktif. Kebiasaan seperti pola tidur yang buruk, tingginya konsumsi kafein, serta kurangnya aktivitas fisik kerap kali menutupi munculnya gejala awal penyakit metabolik.

Ia menegaskan bahwa seseorang yang merasa sehat belum tentu terbebas dari risiko penyakit, sehingga pemeriksaan secara berkala dapat menjadi alarm untuk melakukan perubahan gaya hidup. “Jangan tunggu sampai sakit baru berobat, tetapi kita periksa dulu sekarang dan kita deteksi kalau misalnya berisiko ke arah suatu penyakit tertentu sudah bisa kita cegah dari awal,” ujarnya.

Pelaksanaan CKG dapat dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS, dengan proses pemeriksaan yang relatif sederhana. Masyarakat juga mendapatkan edukasi setelah pemeriksaan, sementara apabila ditemukan hasil di luar batas normal, peserta akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan atau pengobatan lebih lanjut.

dr. Norman mengajak masyarakat memanfaatkan CKG sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan dan tidak menganggap pemeriksaan hanya diperlukan ketika tubuh sudah sakit. “Jadikan CKG ini sebagai prioritas gaya hidup, mumpung cek kesehatan gratis masih ada, ayo semuanya kita cek kesehatan gratis ke Puskesmas,” ucapnya. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....