Dampak Gempa Flores Tak Hanya di Kampung, Mahasiswa di Kupang Ikut Merasakan

  • 24 Agt 2026 18:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Flores tidak hanya berdampak pada masyarakat yang berada di lokasi terdampak. Sejumlah mahasiswa asal Flores yang tengah menempuh pendidikan di Kota Kupang turut merasakan dampaknya.

Selain menghadapi kekhawatiran terhadap kondisi keluarga di daerah asal, mereka juga harus berjuang memenuhi kebutuhan perkuliahan di tengah situasi bencana yang memengaruhi kehidupan keluarga dan perekonomian mereka. Selain menghadapi kekhawatiran terhadap kondisi keluarga di daerah asal, mahasiswa juga menghadapi persoalan ekonomi yang berdampak pada keberlangsungan aktivitas perkuliahan.

Kondisi keluarga yang terdampak bencana membuat sebagian mahasiswa mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan, termasuk biaya perjalanan untuk kembali ke Kota Kupang. Salah seorang mahasiswa asal Flores, Yohana Sari, mengatakan saat ini dirinya masih berada di lokasi pengungsian di Watu Pajung, Desa Compang Seru, Kabupaten Manggarai Timur. Ia mengaku belum dapat kembali ke Kupang untuk melanjutkan aktivitas perkuliahan karena kondisi daerah yang terdampak serta keterbatasan dana.

“Fokus saya terbagi antara kuliah saya dengan kondisi rumah, orang tua, dan keselamatan saya sendiri juga, Kak. Untuk kuliah saya yang sekarang, saya belum bisa balik ke Kupang dalam waktu dekat. Untuk sampai saat ini, saya belum ada dana sama sekali untuk bisa balik ke Kupang,” ujar Yohana.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat mahasiswa harus membagi perhatian antara kewajiban akademik dan kekhawatiran terhadap keluarga yang berada di daerah terdampak. Di tengah situasi tersebut, pihak kampus melalui program studi juga telah melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terdampak bencana.

Yohana mengatakan pihak kampus sebelumnya telah melakukan pendataan secara daring terhadap mahasiswa yang terdampak bencana melalui masing-masing program studi. Dalam pendataan tersebut, mahasiswa diminta menyampaikan kondisi keluarga dan tempat tinggal mereka di daerah asal.

“Nah, jadi dari kampus kemarin itu kami sudah melakukan pendataan di Prodi secara online, pendataan terkait dengan kami mahasiswa yang terdampak. Kami juga melaporkan bagaimana kondisi rumah sekarang,” katanya.

Namun, hingga saat ini, Yohana mengaku belum mengetahui bentuk bantuan yang akan diberikan kepada mahasiswa terdampak karena proses tindak lanjut masih berlangsung di tingkat program studi.

“Ya, mungkin saat ini masih ditindaklanjuti oleh Prodi, masih dalam proses. Sehingga untuk bantuannya seperti apa, kami belum merasakan,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Yohana berharap adanya bantuan yang dapat membantu mahasiswa terdampak untuk tetap mengikuti aktivitas perkuliahan. Menurutnya, bantuan kuota internet menjadi salah satu kebutuhan penting karena akses internet diperlukan untuk memperoleh informasi dan mengikuti kegiatan akademik dari kampus.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dalam bentuk kuota internet karena kalau misalnya tidak ada kuota internet, kami tidak bisa mengakses informasi apa pun yang diberikan oleh kampus. Jadi, kami sangat mengharapkan adanya bantuan kuota internet. Lalu, kami juga mengharapkan apa pun kebijakan yang diberikan oleh kampus dapat meringankan beban kami yang terdampak di sini,” katanya

Kondisi serupa juga dialami oleh mahasiswa asal Flores Katarina Relin yang turut merasakan dampak bencana terhadap kondisi keluarga dan keberlangsungan aktivitas perkuliahanya, ia juga mengaku telah mendapatkan bantuan daru pihak program studi dan pemilik kos dalam situasi terdampak bencana.

“Kalau dari kampus sendiri saya mendapatkan bantuan bahan logistic dari anak-anak Ilmu Komunikasi UNDANA dan kalau dari kos sendiri mereka memberikan kesempatan untuk menunda bayaran uang kos sampai kondisi membaik” ujar Katarina Relin saat diwawancarai RRI Kupang via Online Senin, 24 Agustus 2026.

Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan yang membantu meringankan beban mahasiswa di tengah situasi bencana. Meski berada jauh dari lokasi kampus dan harus menghadapi kondisi keluarga yang terdampak, para mahasiswa tetap berupaya melanjutkan aktivitas perkuliahan sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang mereka hada

Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Flores tidak hanya berdampak langsung terhadap masyarakat di daerah terdampak, tetapi juga memengaruhi mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah. Di tengah keterbatasan dan kekhawatiran terhadap kondisi keluarga, dukungan dari lingkungan kampus dan berbagai pihak diharapkan dapat membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan. (ICHA NGGUWA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....