BMKG Tegaskan Informasi Retakan Flores Megathrust adalah Hoaks

  • 23 Agt 2026 21:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Beredar informasi di media sosial terkait wilayah Nusa Tenggara yang disebut berpotensi mengalami gempa megathrust dan tsunami. Dalam narasi yang beredar ancaman tersebut terjadi akibat adanya perambatan retakan spesifik dari Flores, Sumba, Timor, hingga Rote.

"BMKG menegaskan bahwa pesan berantai yang beredar tidak memiliki dasar ilmiah, dan tidak bersumber dari BMKG. Narasi mengenai arah retakan terbesar yang menjangkau lokasi-lokasi spesifik secara langsung adalah bentuk penyebaran rumor yang menyesatkan," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama dalam keterangan resmi, Minggu, 23 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa informasi yang mengklaim tentang gempa megathrust adalah berita bohong atau hoaks. Menurut BMKG hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi dengan tepat terkait waktu atau lokasi terjadinya gempa.

"Belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan pasti tanggal atau jam, titik koordinat spesifik, dan berapa kekuatan suatu gempa akan terjadi," ujar Satgeo Kupang Arief Tyastama.

Zona Megathrust dan Sesar Naik Flores merupakan struktur tektonik aktif yang ada di kawasan NTB dan NTT. BMKG dikatakan terus melakukan proses pemantauan aktivitas seismik untuk merekam dan menganalisis getaran atau gelombang di dalam bumi.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG menjelaskan, informasi di media sosial adalah bentuk edukasi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan, namun bukan untuk menimbulkan kepanikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....