Bahasa Indonesia Jadi Jembatan Persahabatan Dunia
- 22 Agt 2026 17:03 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, JAKARTA — Bahasa Indonesia semakin mendapat tempat di panggung internasional. Bukan hanya dipelajari warga negara asing, bahasa Indonesia kini menjadi medium untuk mengenal budaya Indonesia sekaligus membangun persahabatan antarbangsa.
Semangat tersebut mengemuka dalam Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026 yang digelar di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini mempertemukan para penutur asing bahasa Indonesia dari berbagai negara serta peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, penguatan bahasa Indonesia di tingkat global merupakan bagian dari upaya menjadikan bahasa sebagai instrumen diplomasi.
Menurutnya, Festival Handai Indonesia menjadi ruang bagi warga negara asing untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas berbahasa Indonesia, sekaligus membangun kepercayaan diri serta kebanggaan terhadap bahasa yang mereka pelajari.
| Baca juga: UKBI Perkuat Kompetensi Pegiat Literasi NTT |

“Festival Handai Indonesia adalah ajang tingkat internasional bagi para Handai Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam berbahasa Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menilai bahasa memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antarbangsa. Melalui bahasa, masyarakat dari berbagai negara dapat memperkuat komunikasi, membangun saling pengertian, menghargai keberagaman, hingga mendorong terciptanya perdamaian dan kemakmuran bersama.
“Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat,” katanya.
Abdul Mu’ti juga mendorong para Handai Indonesia untuk terus menjaga jejaring persahabatan, menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan serta mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di negara dan lembaga masing-masing.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, pembelajaran bahasa Indonesia tidak sekadar membangun kemampuan komunikasi. Lebih jauh, proses tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat dunia untuk memahami budaya, cara berpikir dan kehidupan masyarakat Indonesia.
“Belajar bahasa Indonesia berarti juga belajar untuk memahami budaya, cara berpikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia,” kata Sugiono.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menambahkan, Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan bagian dari strategi penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan.
Tahun ini, antusiasme peserta menunjukkan semakin luasnya minat dunia terhadap bahasa Indonesia. Sebanyak 542 pendaftar dari 79 negara mengikuti Festival Handai Indonesia 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 peserta dari 21 negara berhasil melaju ke babak final di Jakarta.
Festival tahun ini mempertandingkan lima kategori, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.
Salah satu finalis, Ciro dari Italia, yang meraih juara pertama kategori pidato, mengaku tertarik mempelajari bahasa Indonesia karena kecintaannya terhadap budaya Indonesia.
Menurut Ciro, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang luas dan spesifik sehingga semakin menarik untuk dipelajari.
Pengalaman serupa disampaikan Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay yang mengikuti Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.
Ia menilai kemampuan berbahasa Indonesia membantunya berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami budaya dan cara pandang Indonesia.
“Bagi kami, mempelajari Bahasa Indonesia bukan hanya tentang menambah kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang membuka pintu untuk memahami masyarakat, budaya, dan cara pandang Indonesia dengan lebih dekat,” ujarnya.
Kemendikdasmen menilai keberadaan para penutur asing bahasa Indonesia menjadi bagian penting dalam memperkuat diplomasi bahasa dan posisi Indonesia di tingkat global.
Melalui Festival Handai Indonesia dan program pembelajaran bagi diplomat negara sahabat, bahasa Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai sarana komunikasi, tetapi terus berkembang menjadi jembatan budaya, diplomasi, dan persahabatan antarbangsa. (As)
Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....