Mutiara Pagi : Menghidupkan Kasih Kristus

  • 21 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kasih Kristus tidak cukup hanya dirasakan dalam doa, Ekaristi, atau kegiatan rohani, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman iman seharusnya mendorong setiap umat untuk menghadirkan kasih, pengampunan, kejujuran, kepedulian, dan pelayanan kepada orang-orang di sekitarnya.

Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Marselinus Elias Seso, S.Fil, dalam program Mutiara Pagi RRI Kupang. Ia menjelaskan, peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung dalam Injil Matius 17:1-9 mengajarkan bahwa pengalaman bersama Kristus bukan tujuan akhir, melainkan kekuatan untuk kembali menjalani kehidupan nyata.

Menurut Marselinus, umat Katolik dapat mengalami kehadiran Kristus melalui Ekaristi, doa, sakramen, dan Sabda Tuhan. Namun, kehadiran Kristus juga dapat ditemukan melalui pengalaman sederhana, seperti nasihat orang tua, perhatian sahabat, pelayanan, maupun kekuatan yang diterima ketika menghadapi sakit dan persoalan kehidupan. Pengalaman tersebut kemudian perlu dibagikan melalui tindakan nyata kepada sesama.

Ia menegaskan, menghidupkan kasih Kristus dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Mengampuni orang yang menyakiti, bersabar terhadap keluarga, meluangkan waktu bagi orang-orang terdekat, serta menunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata menghadirkan Kristus dalam kehidupan.

Kasih Kristus juga perlu diwujudkan dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Marselinus mengajak umat untuk menjaga kejujuran dalam pekerjaan, melayani tanpa mencari pujian, serta berani membela kebenaran. Dengan demikian, iman tidak hanya terlihat melalui aktivitas keagamaan, tetapi juga melalui karakter dan perilaku sehari-hari.

Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, umat juga diajak menghadirkan kasih Kristus di ruang digital. Menurut Marselinus, umat dapat mengisi media sosial dengan firman Tuhan dan berbagai hal positif untuk mengimbangi konten negatif. Setiap umat perlu menjadikan Injil sebagai pedoman sehingga tidak mudah terseret oleh opini, tren, dan berbagai pengaruh yang berkembang.

Marselinus kemudian mengajak umat menjadikan setiap pengalaman bersama Kristus sebagai dorongan untuk menjadi saksi kasih-Nya. Menghidupkan kasih Kristus berarti membawa nilai-nilai iman dari ruang doa menuju keluarga, tempat kerja, masyarakat, dan ruang digital. Dengan demikian, orang lain tidak hanya mendengar tentang Kristus melalui perkataan, tetapi dapat merasakan kehadiran-Nya melalui sikap dan tindakan umat setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....