Pendampingan Anak Korban Bencana Harus Utamakan Rasa Aman

  • 21 Agt 2026 11:50 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penanganan anak-anak di lokasi pengungsian pasca bencana alam membutuhkan pendekatan khusus, baik dari pihak keluarga maupun relawan kemanusiaan. Perubahan sikap anak yang mendadak rewel, penakut, atau diam harus disikapi dengan bijak tanpa kekerasan dan tidak dieksploitasi.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Dosen Psikologi FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana), Mariana Ikun R. Pareira, M.Psi.T., Psikolog, dalam siaran Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang. Ia menegaskan bahwa kunci utama pemulihan psikologis anak berada pada penguatan peran orang tua serta penerapan etika pendampingan yang tepat oleh para relawan.

Menurut Mariana, perubahan perilaku pada anak pasca bencana merupakan bentuk penyaluran stres alami karena keterbatasan mereka dalam menyampaikan rasa takut secara verbal. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk tidak memarahi anak saat mereka menunjukkan reaksi emosional.

"Anak belum bisa bilang kalau sedang cemas. Ketika takut, responnya muncul lewat perilaku rewel, mimpi buruk, kembali ngompol, atau tidak mau jauh dari orang tua," terang Mariana.

Untuk memulihkan rasa aman anak di tempat pengungsian, orang tua dapat menerapkan tiga langkah utama :

  • Validasi Perasaan Anak: Hadir dan akui rasa takut anak tanpa melarang mereka menangis
  • Komunikasi Jujur dan Terukur: Jelaskan kondisi bencana secara sederhana sesuai usia anak dan saring paparan tayangan mengerikan dari media sosial
  • Kembalikan Rutinitas: Ajak anak bermain, menggambar, atau bernyanyi guna mengalihkan perhatian dari suasana krisis.

Di sisi lain, Mariana mengingatkan para relawan dan masyarakat yang memberikan bantuan psikososial agar tidak melakukan tindakan yang justru menambah beban emosional anak. Pendampingan lapangan wajib mematuhi etika Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid).

"Masih sering ditemui di lapangan, anak-anak langsung diberi label 'trauma berat' hanya karena menangis. Padahal menangis adalah respon wajar dalam situasi yang tidak wajar," tegasnya

Berikut panduan penting bagi relawan saat berinteraksi dengan anak-anak terdampak :

  • Jangan Memaksa Cerita: Biarkan anak membuka percakapan sesuai kesiapannya tanpa didesak menceritakan kembali peristiwa bencana
  • Hormati Privasi (Stop Eksploitasi Foto): Dilarang mengambil atau menyebarkan foto ekspresi kesedihan anak tanpa izin orang tua demi konten
  • Jaga Kedekatan Keluarga: Pastikan anak tetap berada di dekat orang tua atau pengasuh yang dipercayainya selama berada di pengungsian
  • Fasilitasi Ruang Bermain: Sediakan area aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi secara alami lewat aktivitas kelompok

Melalui sinergi pendampingan keluarga yang peka dan relawan yang taat etika, proses pemulihan kondisi emosional anak pasca bencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan optimal. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....