Wagub NTT Cek Posko Darurat Bencana di Manggarai Timur, Tekankan Pendataan Akurat
- 20 Agt 2026 12:34 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dari Gereja Paroki St. Gregorius Borong, Wagub NTT, Johni Asadoma kemudian melanjutkan kunjungan ke Rumah Jabatan Sekda Manggarai Timur yang saat ini difungsikan sebagai Posko Darurat Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai Timur pada, Rabu 19 Agustus 2026. Di posko tersebut, Wagub Johni mengecek stok bantuan serta aktivitas pendataan masyarakat terdampak bencana.
Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat, cepat dan tepat karena data menjadi dasar dalam menentukan bantuan yang harus diberikan kepada masyarakat.
“Pendataan penting,” kata Wagub NTT, saat didampingi Bupati Manggarai Timur dan jajaran dalam meninjau aktivitas posko.
Dalam penjelasan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, sejumlah wilayah mengalami dampak cukup paras akibat bencana. Wilayah yang disebut mengalami dampak terparah antara lain Kecamatan Lambaleda Utara dan Kecamatan Sambi Rampas di bagian utara Manggarai Timur.

Bupati melaporkan sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat bencana. Sebagian korban telah dievakuasi menggunakan helikopter BNPB dan dibawa ke posko utama di Labuan Bajo.
Pemerintah juga telah memberikan santunan secara langsung kepada keluarga dari 26 korban meninggal dunia. Dampak terhadap permukiman juga cukup besar.
Tercatat 12.423 rumah terdampak, dengan rincian:
3.917 rumah rusak ringan;
3.837 rumah rusak sedang;
4.669 rumah rusak berat. Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada sejumlah infrastruktur, yakni 9 ruas jalan, 7 jembatan, 8 jaringan irigasi, 286 sekolah, 24 puskesmas, 42 rumah ibadah, dan 58 fasilitas pemerintah.
Sementara itu, untuk mendukung pelayanan kesehatan, terdapat sembilan dokter yang disiapkan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga telah mendapatkan pelatihan dari PMI terkait asesmen dan pengambilan data di lapangan.
Pemkab Manggarai Timur telah menyiapkan bantuan beras sebanyak 5 ton untuk masyarakat terdampak. Wagub Johni menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama pada pendataan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan mendesak seperti makanan dan minuman harus menjadi perhatian utama pemerintah. Sementara penanganan rekonstruksi dan pembangunan kembali infrastruktur akan dilakukan kemudian berdasarkan hasil pendataan yang akurat.
“Prioritas pendataan dan kebutuhan dasar, makan dan minum. Untuk rekonstruksi akan dilakukan kemudian berdasarkan data,” ujar Wagub.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah bekerja cepat, tepat dan terukur agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Kunjungan Wagub NTT kemudian dilanjutkan ke Kantor Bank NTT Manggarai Timur.

Wagub didampingi Bupati Manggarai Timur dan disambut Wakil Pimpinan Cabang Bank NTT, Yasinta Jelita. Dalam kunjungan tersebut, Wagub mengecek kondisi bangunan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Berdasarkan hasil peninjauan, kantor Bank NTT Manggarai Timur mengalami kerusakan ringan. Meskipun terdapat kerusakan pada bangunan, pelayanan Bank NTT masih berjalan lancar.
Saat ini terdapat sekitar 59 orang staf yang mendukung operasional dan pelayanan perbankan di kantor tersebut. Rangkaian kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, pendataan yang akurat, pemenuhan kebutuhan dasar, serta keberlangsungan pelayanan publik.
Pemerintah juga menegaskan bahwa dalam situasi masyarakat yang sedang berduka dan menghadapi kerusakan rumah maupun fasilitas umum, seluruh jajaran diminta mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan tidak menambah beban masyarakat. Kunjungan lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran faktual mengenai dampak bencana sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pada tahap berikutnya. (lb/rls/at)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....