Mutiara Pagi: Perjamuan Nikah, Undangan Allah untuk Semua Orang
- 20 Agt 2026 09:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Sumba - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang penuh kesibukan, Tuhan tetap menyodorkan undangan terindah bagi setiap manusia: undangan untuk berbahagia dan diselamatkan. Demikian disampaikan Ricardhus Adrianus Gae, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik, dalam siaran langsung Mutiara Pagi di Ruang Studio Pro 1 RRI Sumba, Kamis, 13 Agustus 2026 pagi.
Mengambil tema Perjamuan Nikah berdasarkan Injil Matius 22:1-14, Ricardhus mengajak para pendengar merenungkan makna undangan Allah yang tidak pernah tertutup bagi siapa pun. "Setiap kali kita diundang ke pesta di dunia, kita berusaha datang dengan pakaian terbaik dan hati yang gembira. Namun, ketika Allah mengundang kita ke perjamuan-Nya, seringkali kita justru terlambat, sibuk dengan urusan sendiri, bahkan menolak hadir," ujarnya, membuka renungan.
Ricardhus menjelaskan bahwa perumpamaan perjamuan nikah yang disampaikan Yesus bukan sekadar kisah biasa. Raja yang mengadakan pesta itu melambangkan Allah Bapa, yang telah menyiapkan keselamatan dan kebahagiaan kekal bagi umat-Nya. "Allah Bapa bagaikan Raja yang merencanakan perjamuan agung bagi Anak-Nya. Semua sudah disediakan — makanan, minuman, tempat — semuanya siap. Hanya satu yang diminta: datang dan hadir," ujarnya.
Namun, kenyataannya banyak tamu undangan menolak hadir. Ada yang sibuk dengan ladangnya, ada yang sibuk dengan urusan dagangannya, ada pula yang sibuk dengan urusan rumah tangganya. "Hal ini sangat mirip dengan kehidupan kita hari ini," kata Ricardhus. "Banyak hal di dunia ini — pekerjaan, harta, jabatan, kesibukan keluarga — yang perlahan-lahan mengambil tempat Tuhan di hati kita, sehingga kita lupa bahwa kita sedang diundang untuk berjumpa dengan Sang Pemberi Hidup."
| Baca juga: Mutiara Pagi: Silaturahmi Itu Indah |
Raja yang tidak menyerah kemudian memerintahkan hamba-hambanya pergi ke jalan-jalan, mengundang siapa saja yang ditemui, baik yang baik maupun yang jahat, orang miskin, orang terpinggirkan, orang berdosa, semuanya diundang. "Ini menunjukkan besarnya kasih Allah. Dia tidak membeda-bedakan orang. Tidak ada yang dianggap 'tidak layak'. Undangan-Nya terbuka lebar bagi siapa saja yang mau menerima," ujarnya.
Ricardhus juga mengingatkan bahwa hadir saja belum cukup. Salah satu tamu hadir tanpa pakaian pesta, lalu diusir. "Ini bukan soal pakaian luar, melainkan hati. Kita bisa hadir di gereja, berdoa, beribadah, tetapi jika hati kita tidak siap, tidak tulus, tidak bertobat, maka kita belum benar-benar menyambut undangan itu," pesannya.
Di akhir penyampaian, Ricardhus mengajak seluruh pendengar RRI Sumba untuk merespons undangan Allah hari ini. "Jangan biarkan hal-hal duniawi membuat kita menolak undangan keselamatan. Mari kita datang dengan hati yang tulus, rendah, dan penuh syukur. Karena perjamuan itu sudah disiapkan, untuk kita semua," katanya, mengakhiri. (YL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....