Pemprov NTT Kirim 17 Truk Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Flores
- 19 Agt 2026 09:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores. Sebanyak 17 truk bantuan logistik telah dikirimkan Pemprov NTT untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak bencana.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, bantuan tersebut merupakan tahap awal dari pemerintah provinsi untuk masyarakat Flores. Bantuan berikutnya akan kembali disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Ini bantuan pertama dari Pemerintah Provinsi. Yang lain-lain siap lagi bantuan kedua dan seterusnya,” kata Melkiades usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin, 17 Agustus 2026.
Pengiriman bantuan tersebut dikoordinasikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT. Bantuan kemudian akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Flores yang membutuhkan.
Menurut Melki, pemerintah saat ini terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa, mulai dari kerusakan rumah warga hingga fasilitas publik. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan dan bantuan lanjutan setelah masa tanggap darurat selesai.
Tidak hanya dari Pemprov NTT, dukungan untuk korban gempa Flores juga terus berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Melki menyebut bantuan telah dikirim dari Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, hingga Makassar.
Sejumlah bantuan juga disertai tenaga medis untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat terdampak. “Cukup banyak kepedulian yang ada dari seluruh Indonesia. Dengan cara masing-masing, berbagai lembaga swasta juga terus membantu masyarakat kita di Flores,” ujarnya.
Dukungan dari pemerintah pusat juga mulai masuk dan disalurkan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah daerah bersama berbagai unsur terkait terus berkoordinasi agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
Selain memastikan ketersediaan logistik, pemerintah juga fokus membuka akses menuju wilayah terdampak. Melki mengatakan, secara umum akses darat di Flores sudah terbuka, meski masih terdapat wilayah yang menjadi perhatian khusus.
Pemerintah bersama BNPB, TNI, BPBD, serta instansi terkait terus bergerak melakukan penanganan tanggap darurat. Peralatan pendukung juga disiapkan untuk mempercepat pembukaan akses menuju lokasi terdampak.
Melki menegaskan, penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan awal. Pemerintah akan terus melakukan pendataan kerusakan untuk menentukan kebutuhan rehabilitasi setelah masa tanggap darurat berakhir.
Di tengah situasi tersebut, Melki mengajak seluruh masyarakat NTT memperkuat semangat gotong royong. Menurutnya, solidaritas dari berbagai daerah menjadi kekuatan penting bagi masyarakat Flores untuk bangkit dan melewati masa sulit akibat gempa. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....