Pemberkatan Rangka Atap Awali Pembangunan Kapela Santo Paulus Bello
- 16 Agt 2026 11:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ritual adat dan pemberkatan rangka atap mengawali pengerjaan kaki kuda-kuda Kapela Santo Paulus Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya salah satu tahapan penting pembangunan kapela yang merupakan hasil pemekaran dari Kapela Santo Agustinus Bello.
Sebelum pekerjaan fisik dimulai, umat terlebih dahulu mengikuti prosesi adat yang dipimpin tokoh umat setempat, Herman Takene. Prosesi diawali dengan penuturan adat, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan ternak di bagian tengah bangunan kapela.
Darah ternak selanjutnya dipercikkan ke sejumlah sudut bangunan. Bagi umat setempat, ritual tersebut merupakan bagian dari tradisi yang dimaknai sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan mendapat perlindungan.
Setelah prosesi adat, rangka atap dan perlengkapan yang akan digunakan dalam pengerjaan kaki kuda-kuda diberkati dalam rangkaian ibadat sabda yang dipimpin Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi, RD Longginus Bone.
Prosesi tersebut dihadiri Pastor Rekan RD Toni Kobesi, Ketua DPP Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua Adrianus Ceme, Ketua Stasi Santo Agustinus Bello Donatus Yosep Manehat, tokoh umat Anton Belle dan Judit Salassa, serta umat Bello.
Rangkaian adat dan pemberkatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni sebelum pengerjaan dimulai. Bagi umat, prosesi itu menjadi simbol bahwa pembangunan Kapela Santo Paulus Bello berjalan dalam satu kesatuan antara iman, budaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Kapela Santo Paulus Bello merupakan pemekaran dari Kapela Santo Agustinus Bello. Proses pemekaran dimulai pada 27 Januari 2017, seiring dengan kebutuhan pelayanan pastoral akibat pertumbuhan jumlah umat di wilayah Bello dan sekitarnya.
Selama ini, umat calon Kapela Santo Paulus Bello masih menggunakan Kapela Santo Agustinus Bello untuk beribadah. Keterbatasan kapasitas kapela induk menjadi salah satu alasan penting perlunya pembangunan tempat ibadah baru.
Kapela Santo Paulus Bello nantinya melayani sedikitnya lima wilayah dengan 11 Kelompok Umat Basis (KUB). Jumlah umat yang akan dilayani mencapai lebih dari 1.000 orang di wilayah Bello Atas dan sekitarnya.
Ketua Panitia Pembangunan Kapela Santo Paulus Bello, Marsel Tika, mengatakan pembangunan kapela tersebut merupakan hasil partisipasi dan dukungan seluruh umat. Dukungan diberikan melalui iuran bulanan, keterlibatan langsung dalam pekerjaan pembangunan, serta bantuan dari para donatur.
Menurut Marsel, kekuatan utama pembangunan kapela terletak pada kebersamaan umat. Karena itu, ia berharap semangat tersebut terus dipertahankan hingga seluruh pekerjaan pembangunan selesai.
“Kalau kekuatan sumbangan iuran umat dan kerja sama tetap kuat, pembangunan ini bisa dipercepat sehingga segera selesai dan digunakan untuk pelayanan umat,” ujar Marsel.
Dimulainya pengerjaan kaki kuda-kuda menandai pembangunan Kapela Santo Paulus Bello memasuki tahap penting. Panitia menargetkan seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan pada awal Desember 2026.
Ketua Stasi Santo Agustinus Bello, Donatus Yosep Manehat, mengajak seluruh umat mempertahankan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pembangunan kapela.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi, RD Longginus Bone, menekankan pentingnya persatuan umat selama proses pembangunan. Menurut dia, pembangunan kapela hendaknya menjadi momentum untuk semakin memperkuat kehidupan iman dan pelayanan umat.
Ia mengajak umat terus bergandengan tangan dengan berpegang pada kasih kepada Yesus serta meneladani Santo Paulus dan Santo Agustinus dalam menjalankan kehidupan menggereja.
Harapan yang sama disampaikan Veronika Dongi, perwakilan umat dari KUB Santa Maria Porta Gente. Menurut dia, kebersamaan yang telah tumbuh selama proses pembangunan tidak boleh berhenti ketika bangunan kapela selesai.
“Kekuatan umat yang sudah dibangun jangan berhenti pada pembangunan fisik. Kebersamaan itu harus menjadi kekuatan untuk terus membangun iman umat,” katanya.
Bagi umat Bello, Kapela Santo Paulus bukan sekadar bangunan tempat beribadah. Kapela tersebut diharapkan menjadi pusat pelayanan pastoral, pembinaan iman, serta ruang bagi kegiatan anak-anak, kaum muda, dan berbagai aktivitas sosial umat.
Dengan dimulainya pengerjaan kaki kuda-kuda yang diawali ritual adat dan pemberkatan rangka atap, pembangunan Kapela Santo Paulus Bello diharapkan terus bergerak hingga rampung. Semangat swadaya, gotong royong, iman, dan budaya menjadi kekuatan umat untuk menghadirkan rumah ibadah yang kelak menjadi pusat persekutuan dan pelayanan bagi masyarakat Bello. (GT/ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....