Ume Daya Nusantara Perkuat Pemahaman Jurnalis tentang GEDSI
- 14 Agt 2026 17:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Yayasan Ume Daya Nusantara menggelar diskusi bersama insan pers membahas kesetaraan gender, disabilitas, inklusi sosial, dan perubahan iklim. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pandangan jurnalis mengenai isu yang berkaitan dengan kelompok rentan di NTT.
"Kami melihat media atau jurnalis itu adalah kemitraan yang sangat dibutuhkan. Karena edukasi isu-isu GEDSI hanya dapat dilakukan dan dijangkau oleh teman-teman media,"kata Direktur Pelaksana Simon Sadi Open saat diwawancarai RRI Kupang, Kamis, 13 Agustus 2026.
Simon Sadi mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk menyatukan pemahaman antara organisasi masyarakat sipil bersama media. Ia berharap media dapat berperan mengedukasi masyarakat melalui penyampaian informasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi kelompok rentan.
"Kami ingin membangun kolaborasi antara wartawan dengan kami organisasi sipil yang membawa isu GEDSI yang kami jalankan di Kabupaten dan Kota Kupang. Tugas teman-teman jurnalis untuk menyampaikannya kepada publik," ujar Direktur Pelaksana Simon Open.
Jurnalis senior, Matheos Mesakh saat menyampaikan materi diskusi menjelaskan bahwa media harus memahami isu GEDSI. Menurutnya pemahaman yang tepat akan membuat jurnalis menyampaikan berita secara adil, akurat, dan inklusif untuk menghindari bias media.
"Jadi kemampuan memahami isu itu penting. Jurnalis harus memperkaya diri dengan pemahaman yang mendalam terhadap isu GEDSI sehingga dalam penulisannya, dia tidak memperlemah kelompok perempuan, anak-anak, dan lainnya," kata Matheos Mesakh.
Matheos mengapresiasi diskusi tentang isu GEDSI dan perubahan iklim yang diselenggarakan oleh Ume Daya Nusantara bersama insan pers. Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menyampaikan berita yang berkeadilan dan berperspektif gender.
"Saya berterima kasih kepada Ume Daya yang mengadakan forum-forum seperti ini. Kita lihat saat ini, belum banyak lembaga yang memperlengkapi wartawan dengan pendalam terhadap isu-isu tertentu dan itu sangat berbahaya karena akan terjadi misleading," ucap Matheos Mesakh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....